Breaking News:

Berita Kota Malang

Baru Pulang dari Singapura, Dua Pekerja Migran Mudik ke Kota Malang Langsung Dikarantina Mandiri

Baru pulang dari Singapura, dua pekerja migran yang melakukan mudik ke Kota Malang langsung jalani karantina mandiri.

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Malang, Sanusi, tengah menyapa survivor Covid-19 di safe house Rusunawa ASN Kepanjen, Malang, Kamis (14/5/2020). 

Apabila hasilnya negatif Covid-19, maka yang bersangkutan diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya.

Baca juga: Hari Terakhir Safari Ramadan 2021, Wali Kota Malang Ajak Warganya Bersedekah Rp 1.000 per Hari

"Baik dari Bandara Juanda Surabaya dan Abdulrachman Saleh Malang, mereka akan diswab. Kalau hasilnya negatif harus karantina setelah tiga hari. Baru selanjutnya harus menjalani swab PCR untuk memastikan kembali kondisinya sebelum pulang ke rumah," ucapnya.

Adanya surat edaran tersebut merupakan upaya Pemerintah Kota Malang dalam mencegah penyebaran Covid-19 dari luar negeri.

Pasalnya, saat ini gelombang kasus Covid-19 sedang meningkat di negara India. Hal ini pun menjadi atensi Pemkot Malang agar lebih waspada terhadap kedatangan warga Kota Malang dari luar negeri.

Wali Kota Malang, Sutiaji pun mengatakan, saat ini virus Corona yang berkembang di Indonesia datangnya bukan dari Wuhan, melainkan mutasi dari salah satu negara Eropa.

Oleh karenanya, sedini mungkin dirinya membuat kebijakan agar penyebaran Covid-19 di Kota Malang bisa dikendalikan. 

"Ini terus menerus kita upayakan. Termasuk kedatangan pekerja migran asal Kota Malang yang kini sedang karantina," ucapnya.

Sutiaji pun mengimbau, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro di tingkat RT RW agar lebih dikuatkan. Hal ini untuk memantau kedatangan warga Kota Malang yang dari luar daerah.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Kota Malang Sedang Lesu Selama Ramadan 2021, Muncul Ajakan #dimalangaja

Salah satunya ialah membentuk tempat isolasi mandiri di tiap RW untuk memantau kondisi warga yang baru pulang ke Kota Malang.

"Awalnya itu kami arahkan isolasi mandiri di satu kelurahan itu satu. Tapi saya kira kasihan ya kalau ada rumahnya yang jauh dari lokasi isolasi mandiri. Karena PMI yang pulang pasti ingin bertemu dengan keluarganya. Jadi kami imbau nanti di tiap RW ada satu tempat untuk isolasi mandiri," tandasnya.

Berita tentang Kota Malang

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved