Breaking News:

Berita Malang

Kamar Mandi Longsor di Malang, BPBD Sebut Kejadian Serupa Pernah Terjadi hingga Tewaskan Nenek

BPBD Kota Malang, datangi lokasi kejadian kamar mandi longsor yang terjadi di sebuah rumah yang berada di Jalan Klayatan Gang I No. 21, Malang

tribunjatim/kukuh
Penelaah Bahan Kajian Bencana Alam Seksi Logistik Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang, Cornelia Selvyana Ayoe saat mengecek lokasi kejadian. 

Reporter : Kukuh Kurniawan I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, datangi lokasi kamar mandi longsor yang terjadi di sebuah rumah yang berada di Jalan Klayatan Gang I No. 21, Kec. Sukun, Kota Malang, Sabtu (1/5/2021).

Penelaah Bahan Kajian Bencana Alam Seksi Logistik Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang, Cornelia Selvyana Ayoe menyebut, pihaknya langsung melakukan langkah pengamanan.

"Selain memasang barricade line, kami juga meminta untuk dikosongkan terlebih dahulu bagian belakang rumah. Serta mengimbau kepada warga sekitar, untuk selalu waspada," ujar Cornelia Selvyana Ayoe saat ditemui TribunJatim.com di lokasi kejadian.

Selain itu, di lokasi kejadian, pihaknya juga melakukan assesment dan pendataan. Terkait kerusakan, kerugian, dan sumber daya yang terdampak di lokasi kejadian.

"Untuk tindakan selanjutnya, kami masih belum tahu. Karena hasil dari assesment ini, kami naikkan dulu ke atasan. Selanjutnya, menunggu keputusan dari atasan," terangnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa kejadian ini bukan kali pertama terjadi. Namun ini merupakan kejadian yang kedua kalinya.

"Kejadian yang pertama terjadi di tahun 2020, saat itu nenek korban yang bernama Sateni (87), terperosok di kamar mandi lalu terjatuh ke bibir Sungai Metro.

Akibat kejadian pertama di tahun 2020 tersebut, nenek korban langsung meninggal dunia di tempat," jelasnya.

Sementara itu, dirinya menduga, tanah urukan menjadi penyebab kejadian pondasi kamar mandi mengalami longsor.

"Kalau dilihat dari bangunannya, itu tanah urukan. Tanah urukan tidak kuat, masih ada pergeseran terus. Kalau pondasinya dari batu kali, itu pasti kuat," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat pondasi kamar mandi mengalami longsor, Lestari Eka Mita (33) jatuh ke bibir Sungai Metro.

Diketahui, lokasi kamar mandi longsor hingga bibir sungai yaitu setinggi tujuh meter.

Akibat kejadian tersebut, Lestari Eka Mita mengalami luka robek di bagian kedua kaki dan luka lecet di bagian dagu. Dan segera dibawa ke RSI Aisyiyah, untuk mendapatkan perawatan medis.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved