Breaking News:

Berita Gresik

Peringati May Day, Mahasiswa dan Buruh di Gresik Meminta UU Cipta Kerja Dibatalkan

Aliansi mahasiswa dan buruh di Gresik unjuk rasa di halaman Kantor Pemkab Gresik, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas untuk memperingati

TribunJatim.com/ Sugiyono
Aksi mahasiswa di Gresik soal Hari Buruh 

Reporter: Sugiyono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Aliansi mahasiswa dan buruh di Gresik unjuk rasa di halaman Kantor Pemkab Gresik, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas untuk memperingati May Day, Sabtu (1/5/2021). 

Massa berunjuk rasa dengan membentangkan spanduk berisi tuntutan. Spanduk dibantengkan di tepi jalan depan Kantor Pemkab Gresik. Kemudian, perwakilan ormas beroarasi di tas mobil pengeras suara. 

Spanduk tersebut bertuliskan tuntutan, diantaranya, cabut Omnibus Law beserta Peraturan Pemerintah; Bayar THR tepat waktu; Berlakukan kembali upah sektoral; Stop kriminalisasi aktivis; Berikan vaksin gratis untuk rakyat dan buruh. 

Tuntutan lainnya yaitu, stop union busting serikat pekerja; Usut tuntas korupsi di BPJS; Tolak PHK; Hapus kontrak kerja; Tolak upah murah dan turunkan harga pupuk serta obat-obatan pertanian. Selain itu,  hentikan monopoli dan perampasan lahan pertanian untuk industrialisasi. 

Para mahasiswa yang tergabung dalam PMII juga menuntut hentikan komersialisasi pendidikan dan cabut Undang-undang pendidikan tinggi nomor 12 Tahun 2012 serta turunkan harga kebutuhan pokok. 

Baca juga: Kunjungi Keluarga Awak KRI Nanggala-402, Kapolres Gresik : SIM, STNK dan Surat Kepolisian Kami Bantu

"Tuntutan kita diantaranya cabut Omnibus Law beserta Peraturan Presiden yang ada di bawahnya. Sebab, Undang-undang cipta kerja sudah tidak memihak lagi kepara para buruh dan rakyat Indonesia,"kata Ketua SPBI Kasbi Kabupaten Gresik Syafi'udin. 

Menurut Syafi'udin, saat pemerintah harus fokus pada kemandirian bangsa dan kemakmuran masyarakat. Tidak perlu banyak Undang-undang dan peraturan, yang akhirnya membuat rakyat semakin sengsara. 

"Rakyat hanya butuh makan, kerja sebagai petani yang aman dan tentram. Tanah Indonesia kaya raya, tapi rakyatnya semakin sengsara. Dimana pupuk mahal, harga panen anjlok karena pemerintah tidak tegas melindungi petani," imbuhnya. 

Unjuk rasa dari  PMII, SPBI Kasbi, FPPI dan Gepal Gresik, dijaga ketat aparat TNI, Polri dan Satpol PP Kabupaten Gresik, sehingga tidak sampai mengganggu arus lalu lintas. 

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved