Breaking News:

Berita Kota Batu

175 Guru yang Belum Dapat TPG 2020 akan Dibayar Bersamaan TPG 2021

175 guru di Kota Batu belum menerima uang tunjangan profesi guru (TPG) sejak Triwulan IV hingga sekarang. Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia

SURYA/BENNI INDO
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko didampingi wakilnya, Punjul Santoso dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, dr Dina Diana Permata (paling kanan) memberikan kartu BPJS Kesehatan secara simbolis kepada warga, Rabu (14/10/2020). 

Reporter : Benni Indo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BATU - 175 guru di Kota Batu belum menerima uang tunjangan profesi guru (TPG) sejak Triwulan IV hingga sekarang. Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Batu, Budi Prasetyo mengatakan sedang mendampingi 175 guru itu agar hak-hak mereka bisa segera terpenuhi.

“Kami terus koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Jadi prosedur dinas sudah kami ketahui, sangat prosedural hanya perlu menunggu proses. Tidak ada yang non prosedural,” kata Budi, Minggu (2/5/2021).

PGRI Batu tetap menjaga komunikasi dan koordinasi agar hak-hak para guru itu terpenuhi. Budi tidak menjelaskan secara detail 175 guru itu dari mana.

“Kami terus koordinasi. Kami tidak ingin mencari salah, tapi mencari solusi agar kondisi itu bisa kami atasi. Kami melihat kerja dinas sudah prosedural,” katanya.

Dalam momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini, PGRI Kota Batu berkomitmen untuk memacu guru meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Termasuk tetap mendampingi guru untuk mendapatkan hak-hak kesejahteraannya.

Baca juga: Wakil Wali Kota Batu, Punjul Tinjau Kelurahan Sisir yang Terdampak Banjir

“Yang jelas, kami ingin memacu guru meningkatkan kompetensi dan profesionalisme karena tantangan abad ke-21 mengharuskan itu. Kami terus mendampingi meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan. Kami terus berupaya mendekati pemerintah daerah untuk terus memperhatikan kesejahteraan guru. Di Kota Batu, saya yakin kondisinya lebih baik dari tempat lain,” terangnya.

Di Kota Batu ada 855 guru PNS yang telah tersertifikasi. Rinciannya guru TK sebanyak 110, SD 495 guru, dan SMP 250 guru. Untuk sertifikasi guru non PNS totalnya ada 267 orang yang terdiri atas guru TK 100 orang, SD 81 orang dan SMP 86 orang.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, dari total guru PNS dan non PNS itu anggaran TGP membutuhkan senilai Rp 9 miliar. Namun oleh pemerintah pusat, anggaran TGP yang masuk dalam komponen DAK non fisik mengalami pemotongan.

Hal tersebut berdasarkan pada Permenkeu nomor 35/PMK.07/2020 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2020. Dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 dan untuk menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional.

Dikatakan Punjul, persoalan ini tak hanya dihadapi Kota Batu saja namun menyeluruh seluruh Indonesia. Bagi 175 guru PNS yang belum menerima TPG akan dilaporkan sebagai kurang bayar dan akan dibayarkan bersamaan dengan TPG 2021 setelah proses verifikasi dan validasi penerima. Kekurangan anggaran bagi 175 guru PNS itu mencapai sekitar Rp 1,6 miliar.

“Kurang bayar karena pengajuan 2020 kemarin dananya tidak cukup sehingga ada 175 guru yang belum menerima uang sertifikasi sejak Oktober hingga Desember 2020,” papar Punjul Santoso kepada TribunJatim.com. .

Punjul mengatakan, Dinas Pendidikan hanya bisa memastikan jumlah kurang bayar bagi guru berstatus PNS saja. Lantaran pemerintah pusat menyalurkan anggaran itu melalui dinas. Lainnya halnya dengan pencairan TPG bagi guru non PNS yang dikirimkan ke rekening masing-masing oleh pemerintah pusat.

Berita tentang PGRI

Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved