Breaking News:

Berita Kota Batu

ASN Batu Dilarang Mudik dan Pakai Kendaraan Dinas Selama Lebaran, Wajib Absen Berbagi Lokasi Terkini

ASN di Kota Batu dilarang mudik dan memakai kendaraan dinas selama Lebaran 2021, mereka juga wajib absen berbagi lokasi terkini.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kota Batu sedang beraktivitas di ruang kerjanya, Jumat (23/4/2021). Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk PNS di Kota Batu belum turun sejak Januari hingga April 2021. 

Reporter: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Pemerintah Kota Batu memberikan batasan mudik kepada aparatur sipil negara (ASN). Selain dilarang mudik, ASN juga dilarang menggunakan kendaraan dinas selama Lebaran 2021.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengemukakan, larangan itu sudah ditetapkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 800/812/422.202/2021 yang dikeluarkan Sekretaris Daerah, Zadim Effisiensi pada 26 April 2021.

Selama periode 22 April 2021 hingga 24 Mei 2021, ASN dilarang ke luar daerah atau mudik.

“Selama libur yang sudah ditentukan, ASN harus tetap di rumah masing-masing karena di dalam SE itu telah diterangkan, terutama pejabat eselon 3 dan 4 yang memiliki kendaraan dinas. Kendaraan harus dikandangkan di kantor,” kata Punjul, Minggu (2/5/2021).

ASN juga dilarang mengajukan cuti untuk periode 22 April 2021 hingga 24 Mei 2021, kecuali cuti melahirkan atau sakit. ASN yang melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Selama libur, sudah ada jadwal piket yang diatur. Mereka yang masuk daftar piket, memiliki tugas, salah satunya memastikan kondisi kendaraan dinas baik,” paparnya.

Punjul menjelaskan, larangan mudik Lebaran 2021 ini diberlakukan untuk kebaikan bersama. Di sisi lain, ASN juga harus memberikan contoh kepada masyarakat terkait larangan mudik dan disiplin protokol kesehatan Covid-19 (virus Corona).

Punjul menambahkan, selain larangan yang telah ia terangkan di atas, per 1 Mei 2021, diberlakukan absensi elektronik bagi ASN. Absen elektronik ini agar ASN terpantau keberadaannya.

“Kami pakai absensi manual selama ini, di samping ada peraturan WFH (work from home). Sekarang WFH tidak diberlakukan lagi, kecuali ada terjangkit Covid-19. Harapannya, dengan adanya absen elektronik itu, keberadaan ASN diketahui,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved