Breaking News:

Berita Ponorogo

Kisah Warga Pelosok Ponorogo Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah dari Usaha Janggelan

Bertempat tinggal jauh di pelosok Ponorogo, tepatnya di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun tak menghalangi Lusia Widiarini berkreasi menghasilkan pundi-pun

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim/ArifCandra
Lusi, sapaan akrabnya melihat potensi besar usaha janggelan di Ponorogo 

Reporter: Sofyan Arif Candra I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Bertempat tinggal jauh di pelosok Ponorogo, tepatnya di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun tak menghalangi Lusia Widiarini berkreasi menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Lusi, sapaan akrabnya melihat potensi besar dari tanaman yang tumbuh di setiap sudut desanya, terutama Janggelan atau cincau hitam (mesona palustris).

Lusi mulai merintis usahanya pada tahun 2012, ia tertarik untuk mengolah Janggelan karena sangat jarang orang yang memproduksi bahan makan atau minuman dari Janggelan.

"Waktu itu bahan baku juga melimpah dan bahan murah sehingga tergerak untuk membuat olahan Janggelan," kata Lusi, Minggu (2/5/2021).

Lusi membeli Janggelan dari petani di desanya yang memang membudidayakan Janggelan.

Perkilogramnya ia membeli Janggelan dengan harga hanya Rp 500.

Ia pun mulai merintis usahanya ditemani sang suami.

"Dulu awal sekali omzetnya hanya Rp 1 juta perbulan," kenangnya.

Namun karena konsisten menjaga kualitas, usaha janggelan Lusi terus berkembang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved