Breaking News:

Pandemi Dorong Budaya Cashless Mengalami Peningkatan

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun lalu mampu meningkatkan penggunaan uang secara non tunai atau Cashless

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni Iskandar
ahmad Zaimul Haq/suraya
SOSIALISASI NON TUNAI - Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia didampingi Kepala Divisi Kantor Perwakilan (Kanwil) Bank Indonesia Jawa Timur Rini Mustikaningsih, dan Asisten Manager Kantor Perwakilan (Kanwil) Bank Indonesia Jawa Timur Talitha Sal Shabilla saat menjelaskan Quick Response [QR] Code Indonesian Standard (QRIS) pada pelaku UMKM saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai QRIS, di Deka Hall, Surabaya, Jumat (30/4/2021). Sosialisasi kepada para pelaku UMKM yang digelar secara offline dan online itu untuk mengajak para pelaku usaha memanfaatkan pembayaran melalui aplikasi uang elektronik. Para pelaku UMKM juga didorong agar mengikuti perkembangan teknologi, baik dari sisi pemasaran maupun transaksi. 

Reporter : Sri Handi Lestari | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun lalu mampu meningkatkan penggunaan uang secara non tunai atau Cashless. Hal itu menunjukkan masyarakat sudah mulai bisa mengikuti kebiasaan baru tersebut.

"Namun budaya cashless harus semakin ditingkatkan untuk kemudahan, kecepatan, kemurahan biaya, keamanan dan kehandalan," kata Indah Kurnia, anggota Komisi XI DPR RI saat menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai di Deka Hotel Surabaya, Jumat (30/4/2021).

Lebih lanjut, Indah menyebutkan saat ini Bank Indonesia (BI) telah memiliki Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran secara non tunai.

"Penggunaan QRIS sebagai transaksi cashless sangat bermanfaat sebagai proses transaksi keuangan dan pengembangan usaha UMKM," ungkap Indah

Sebab, budaya cashless adalah keniscayaan pada era digitalisasi. Dan UMKM dapat memantau kegiatan keuangannya secara digital dan bisa lebih valid.

Baca juga: Bank Jatim Luncurkan Pembayaran Uji KIR Non Tunai Via QRIS, Dishub Tuban Menjadi Pilot Project

"Dan di masa pandemi ini sangat cocok sehingga menghindari pegang uang tunai yang kemungkinan virus bisa berpindah," jelas Indah.

Saat ini, BI menargetkan akan ada 12 juta merchant QRIS. Sedangkan untuk Jatim ditargetkan 1,4 juta merchant. Dari angka tersebut, target nasional telah tercapai 50 persen atau sekitar 6 juta merchant.

"Jadi kami juga mengharapkan merchant-merchant itu mulai sadar bahwa dengan QRIS semakin mudah mendapatkan order," tambah Indah.

Salah satu merchant yang hadir dalam adalah Erwin Soedradjat. Ia merupakan pemilik Coffee Cangkir, Jalan Batanghari, Wisma Tropodo, Sidoarjo.

Erwin mengakui, transaksi menggunakan QRIS sangat cepat dan nyaman.

"Kami tidak lama-lama karena pakai uang tunai biasanya hitung dulu atau kasih kembalian, kalau QRIS, langsung uang pas dan masuk rekening kasir tanpa harus setor tunai," ungkap Erwin kepada TribunJatim.com.

Selain Indah dan Erwin, dalam kegiatan itu hadir Kepala Divisi KPW Bank Indonesia Jawa Timur Rini Mustikaningsih dan Asisten Manajer KPW BI Jatim Thalita Salsabila sebagai narasumber.

Acara tersebut merupakan kerja sama antara Lumbung Pelita Indonesia, Tim Rumah Aspirasi Indah Kurnia dan Bank Indonesia. Sebagai peserta hadir, pelaku UMKM dan milenial Surabaya.

Berita tentang Qris

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved