Breaking News:

Terhalang Pandemi Covid-19, Imunisasi Jadi Tantangan dalam Pencegahan Penyakit Bagi Balita

Pekan Imunisasi Dunia atau World Immunization Week yang dirayakan di pekan terakhir bulan April pada tahun 2021, menjadi sesuatu yang istimewa.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ilustrasi imunisasi pada anak. 

Reporter: Sri Handi Lestari | Editor: Sudarma Adi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pekan Imunisasi Dunia atau World Immunization Week yang dirayakan di pekan terakhir bulan April pada tahun 2021, menjadi sesuatu yang istimewa.

Mengingat pandemi Covid-19 membuat kegiatan imunisasi menjadi tantangan tersendiri.

Penilaian cepat dari Kementerian Kesehatan dan UNICEF yang dilakukan pada bulan April 2020  terhadap lebih dari 5.300 fasilitas kesehatan di Indonesia menunjukkan 84 persen responden mengatakan layanan imunisasi anak terganggu akibat Covid-19.

Baca juga: Dinkes Kota Malang Lakukan Sosialisasi Pelaksanaan Imunisasi Vaksin Covid-19

Survei ini juga menunjukkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia pada April 2020 menurun 4,7 persen dibanding April tahun lalu.

Hal ini menunjukkan tingginya risiko anak-anak terpapar penyakit serius seperti Infeksi Rotavirus dan Hepatitis A.

Infeksi Rotavirus merupakan jenis virus yang menyebabkan peradangan di saluran pencernaan, dan menjadi penyebab umum diare dan muntah-muntah.

Baca juga: Semua Pihak Berkomitmen Dukung Pelaksanaan Imunisasi Bagi Anak di Jawa Timur

Kasus diare rotavirus berat yang harus dirawat inap, seringkali terjadi pada anak dalam kelompok usia 0-36 bulan, kelompok usia ketika anak-anak sangat rentan terhadap dehidrasi.  Jika tidak mendapat penanganan yang tepat, terutama untuk menggantikan cairan yang keluar, rotavirus dapat menyebabkan kematian.

"Vaksin rotavirus  merupakan pencegahan paling utama yang dapat dilakukan oleh parents untuk mencegah virus paling umum penyebab diare pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia," kata dr Deliana Permatasari, GSK Vaccine Medical Director, Jumat (30/4/2021).

Tingginya angka kematian akibat rotavirus mendorong Pemerintah untuk mempertimbangkan perluasan imunisasi dasar saat ini dengan menambah vaksin rotavirus untuk menekan angka kematian bayi dan anak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved