Breaking News:

Berita Kota Malang

Dampak Pandemi, Dikbud Kota Malang Salurkan Program Bantuan Sosial ke Pedagang Sekolah dan Seniman

Dampak pandemi Covid-19, Dikbud Kota Malang menyalurkan program bantuan sosial kepada pedagang sekolah dan pekerja seni.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dwi Prastika
SURYA/SYLVIANITA WIDYAWATI
Suwarjana, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang (di podium), 2021. 

Reporter: Sylvianita Widyawati | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada pedagang sekolah serta pekerja seni yang terdampak pandemi Covid-19 (virus Corona).

Bansos diberikan dalam tiga tahap. Tahap pertama, jumlah penerima 1.349 orang, yang terdiri dari pedagang sekolah dan pekerja seni. Total dana bansos yang disalurkan sebesar Rp 404.700.000.

Tahap kedua, penerimanya sejumlah 1.316 orang pedagang sekolah dan pekerja seni. Total dana bantuan sosial yang disalurkan sebesar Rp 394.800.000.

Tahap ketiga, penerima sejumlah 1.089 orang pedagang sekolah dan pekerja seni. Total dana bantuan sosial yang disalurkan sebesar Rp 326.700.000. Juga dilakukan penyaluran beasiswa pada siswa SD, SMP, SMA, SMK dan mahasiswa.

Jumlah siswa SD yang mendapatkan beasiswa sebanyak 96 anak. Total beasiswa yang diberikan sebesar Rp 2,6 juta per anak per tahun. Total anggaran beasiswa SD sebesar Rp 249.600.000.

Sedangkan untuk siswa SMP yang mendapatkan 97 anak. Per anak mendapat Rp 3.960.000/tahun.

Sementara untuk siswa SMA–SMK yang mendapatkan beasiswa sebanyak 87 anak. 

Per siswa/tahun mendapat Rp 5.280.000. Total anggaran beasiswa SMA–SMK sebesar Rp 459.360.000.

Baca juga: Hadiri Khotmil Quran, Wali Kota Malang Sutiaji: Konsep Pendidikan Harus Mencontoh pada Alquran

Untuk 60 mahasiswa mendapat beasiswa, per orang mendapat Rp 24 juta.

Dilakukan juga penyaluran thermogun kepada satuan pendidikan jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Malang dalam rangka menjalankan protokol kesehatan agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

"Jumlah total thermogun yang disalurkan ke satuan pendidikan sebanyak 2.677 unit. Jumlah total satuan pendidikan yang menerima bantuan thermogun sebanyak 392 satuan pendidikan SD dan SMP negeri maupun swasta," kata Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana, Minggu (2/5/2021).

Dengan rincian 195 SD negeri, 87 SD swasta, 30 SMP negeri, dan 80 SMP swasta. 

Menurutnya, pemberian jumlah thermogun berdasarkan rasio jumlah siswa, jumlah guru dan jumlah staf di setiap satuan pendidikan. Semakin banyak siswa, guru dan staf yang ada di sebuah satuan pendidikan, maka akan semakin banyak pula thermogun yang diberikan. Pun demikian sebaliknya. Juga dilakukan pemasangan wastafel di satuan pendidikan mulai PAUD/TK/SD dan SMP dalam rangka menjalankan protokol kesehatan agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Jumlah total wastafel yang terpasang di satuan pendidikan PAUD/TK/SD dan SMP negeri swasta se-Kota Malang sejumlah 1.812 unit. Ini terpasang di 906 satuan pendidikan PAUD/TK/SD dan SMP negeri dan swasta.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved