Breaking News:

Berita Gresik

Gepal Kembali Desak KPK Usut Perumda Giri Tirta Gresik

Gerakan Penolak Lupa (Gepal) kembali melakukan aksi mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus korupsi di Perumda Giri

TribunJatim.com/ Willy Abraham
Massa Gepal demo soal kasus korupsi di Gresik 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIKGerakan Penolak Lupa (Gepal) kembali melakukan aksi mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus korupsi di Perumda Giri Tirta. Hampir satu bulan, penyelidikan KPK belum menunjukkan perkembangan.

Gepal sendiri berada di barisan terdepan mendukung langkah lembaga anti rasuah untuk membongkar dugaan korupsi proyek kerja sama investasi PT Dewata Bangun Tirta (DBT) dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) tahun 2012. Penyelidikan yang dilakukan KPK pada awal April lalu itu masih belum jelas perkembangan proyek dengan nilai investasi Rp 133 miliar itu.

Hampir satu bulan berjalan, Gepal kembali menyuarakan dengan melakukan aksi di depan kantor DPRD Gresik dan Perumda Giri Tirta. Menuntut KPK agar membuka hasil penyelidikan.

“Usut tuntas indikasi korupsi di Perumda Giri Tirta, informasikan hasil penyelidikan oleh KPK dan tetapkan siapa tersangka kasus dugaan korupsi di Perumda Giri Tirta,” ucap Syafiudin petinggi Gepal, Senin (3/5/2021).

Masa yang turun ke jalan ini membawa beberapa spanduk, bernada mendesak KPK untuk segera mengusut tuntas. Sudah tiba di Gresik mendatangi kantor Perumda Giri Tirta hingga meminta keterangan petinggi Perumda Giri Tirta hingga mantan Dirut perusahaan yang dulunya bernama PDAM ini.

Baca juga: Selama Larangan Mudik, Perjalanan Antarkota di Jatim Dibolehkan Asal 1 Rayon dan Bukan untuk Mudik

Penyelidikan yang diduga terkait proyek kerja sama investasi senilai Rp133 miliar dengan PT DBT berupa kerja sama sistem Build Operate Transfer (BOT) pembangunan proyek instalasi pengolahan air di Desa Legundi, Kecamatan Driyorejo, dan PT DAL berupa ROT (Rehabilitation Operating Transfer) di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo pada tahun 2012. Tak kunjung menunjukkan titik terang.

“Ada apa dengan KPK atas kasus PDAM di Gresik yang sampai saat ini belum ada penetapan tersangka?” terangnya.

Aksi di dua lokasi itu, tidak ada satupun perwakilan DPRD Gresik maupun Perumda Giri Tirta yang menemui. Pihaknya akan melakukan aksi serupa jika kinerja KPK lambat dalam penyelidikan kasus ini.

“Kalau perlu kami akan aksi ke Jakarta,” tegasnya. (wil)

Kumpulan berita Gresik terkini

Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved