Breaking News:

Berita Ponorogo

Inilah Langkah Dinas Perdagkum Ponorogo Selamatkan UMKM Di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 berdampak pada UMKM yang mana omzet penjualannya terus menurun.Bahkan banyak UMKM di Ponorogo yang terancam gulung tikar

(Surya/Rahadian bagus)
60 Pelaku Koperasi dan UKM di Ponorogo Ikuti Pelatihan yang Digelar Dinas Koperasi Jatim 

Reporter : Sofyan Arif Candra | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Pandemi Covid-19 berdampak pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mana omzet penjualannya terus menurun.

Bahkan banyak UMKM di Kabupaten Ponorogo yang terancam gulung tikar selama Pandemi Covid-19 ini.

Mengantisipasi hal tersebut agar tidak berlarut-larut, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Perdagkum) Kabupaten Ponorogo telah mengambil dua kebijakan.

Yang pertama adalah menjembatani UMKM dengan perbankan agar bisa mengakses KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan bunga yang rendah.

"Di masa Pandemi ini banyak UMKM yang oleng terutama di masalah pemodalan. Untuk itu kita pertemukan UMKM dengan perbankan atau CSR untuk penguatan permodalan," kata Kepala Seksi Fasilitasi Pembiayaan Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Perdagkum, Yoyok Tulus Subagyo, Senin (3/5/2021).

Menurut Yoyok, pelaku UMKM sangat antusias dengan program KUR yang ditawarkan oleh Perbankan karena dirasa cicilannya ringan dan bisa menyokong usahanya bertahan melewati Pandemi.

Baca juga: Bangkrut Gegara Covid-19, Ibu-ibu UMKM di Kediri Latihan Membuat Batik, Bangkit Memulihkan Ekonomi

Langkah Perdagkum yang kedua adalah membantu pelaku UMKM di sektor pemasaran.

"Pada akhir tahun 2020 kita bantu UMKM untuk memasarkan secara online melalui aplikasi Jathil Mart yang bisa didownload di Play Store," lanjut Yoyok kepada TribunJatim.com.

Aplikasi tersebut memajangkan produk-produk UMKM di Ponorogo kepada warganet yang bisa diakses di daerah manapun.

"Tidak ada persyaratan khusus agar barang dagangan bisa dijajakan di Jathil Mart, minimal punya legalitas PIRT," terang Yoyok.

Namun begitu Perdagkum juga mendorong agar pelaku UMKM terus meningkat kualitas kemasannya.

"Kita dorong kemasan lebih baik dan patut dijual di media online. Kualitas dan kuantitas juga harus sesuai antara yang dipajang di aplikasi dengan kenyataan," jelasnya.

Transaksi melalui Jathil Mart sendiri memang belum bisa dibilang tinggi, namun menurut Yoyok selalu ada peningkatan nilai transaksi sedikit demi sedikit.

Berita tentang UMKM Ponorogo

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved