Breaking News:

Berita Surabaya

Polda Jatim Ikut Andil Ungkap Jaringan Internasional Peredaran Sabu 2,5 Ton Senilai Rp 1,2 T

Satgassus Merah Putih Polri ungkap 2,5 ton sabu. Dari pengungkapan tersebut Polda Jatim ikut andil dalam pengungkapan kasus tersebut. 

humas Polda Jatim
Satgassus Merah Putih Polri ungkap 2,5 ton sabu. Dari pengungkapan tersebut Polda Jatim ikut andil dalam pengungkapan kasus tersebut. 

Reporter: Syamsul Arifin I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Satgassus Merah Putih Polri ungkap 2,5 ton sabu. Dari pengungkapan tersebut Polda Jatim ikut andil dalam pengungkapan kasus tersebut. 

Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, Kombes Pol Hanny Hidayat yang ikut dalam pengungkapan kasus ini mengatakan, awalnya tim gabungan mendapat informasi terkait peredaran sabu jaringan internasional asal Pakistan yang akan dikirim melalui jalur laut ke wilayah Perairan Aceh, Sumatera.

Kemudian tim gabungan Satgassus serta beberapa personel tim khusus Direktorat Reserse Narkoba Jatim melakukan penyelidikan ke wilayah Meulaboh, Aceh Barat dan berhasil menangkap 7 orang tersangka. 

"Barang bukti yang kami amankan 43 bungkus besar dengan perhitungan kasar berat bruto 2,5 ton sabu atau kalau dirupiahkan mencapai Rp1,2 triliun," kata Hanny, Senin, (3/5/2021). 

Menurutnya, barang haram tersebut sebelumnya diangkut dari sebuah kapal ikan tradisional yang disandarkan di Desa Pulo Tengah. 

Setelah itu disembunyikan di sebuah bak fiber di rumah yang berada di Lorong Kemakmuran Kecamatan Meureubo Aceh Barat. 

"Totalnya 2,5 ton sabu sebagaimana yang telah dirilis oleh Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo," ungkapnya. 

Mantan direktur kriminal khusus Polda Batam ini menegaskan tidak ada ampun dan tidak ada gigi mundur dalam pemberantasan narkoba ini. 

Menurutnya, masih banyak anggota yang punya integritas dan komitmen dalam pemberantasan narkoba. 

"Kita akan bersih-bersih baik di lingkungan kita sendiri. Kasus yang terjadi di Polrestabes Surabaya hanya oknum. Bagi yang terlibat kami usulkan ke pimpinan untuk di pecat dan di pidana seberat-beratnya," harap Hanny.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved