Breaking News:

Berita Jatim

'Pedasnya' Cabai Langganan Jadi Biang Kerok Inflasi Jatim, Ini Penjelasan Kepala BPS Dadang Hardiwan

Cabai jadi pelanggan tetap penyebab Inflasi Jatim. Begini kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardiwan.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi (kemeja putih) saat berkunjung ke pasar Tradisional di Surabaya untuk mengecek harga bahan pangan dan bumbu dapur, seperti cabai rawit, Selasa (20/4/2021). 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Salah satu provinsi di Pulau Jawa yang terkenal dengan moto "Jer Basuki Mawa Beya", yakni Jawa Timur (Jatim) masih terus dihantui oleh mahalnya harga cabai.

Bahkan 4 bulan beruntun (Januari-April 2021), cabai jadi pelanggan tetap penyebab Inflasi Jatim.

Untuk diketahui, di bulan Januari 2021, cabai rawit mengalami kenaikan harga 56,89 persen

Sedangkan pada Februari 2021, cabai rawit naik 10,47 persen.

Kemudian Maret 2021 cabai rawit yang mengalami kenaikan harga 18,84 persen.

'Pedasnya' si cabai terus membayangi Jatim hingga April 2021.

Baca juga: Inflasi Jawa Timur 4x Beruntun Menurun, Pakar Ekonomi Unair: Ini Menunjukan Adanya 2 Permasalahan

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardiwan mengungkapkan Provinsi Jawa Timur pada April 2021 mengalami inflasi 0,10 persen.

Inflasi ini disebabkan kenaikan harga sejumlah bahan pokok makanan selama Ramadan 2021, seperti daging ayam ras, cabai merah, dan minyak goreng.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved