Breaking News:

Berita Surabaya

34 TKI Positif Covid 19, Masuk Rumah Sakit Lapangan Indrapura

Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) terus menerima gelombang masuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terkonfirmasi positif hasil tes swab PCR

ISTIMEWA/Dokumen RSLI
Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Penanggung jawab RSLI, Ketua PPKPC RSLI Radian Jadid, bersama para tenaga medis. 

Reporter : Febrianto Ramadani | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM,  SURABAYA - Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) terus menerima gelombang masuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terkonfirmasi positif hasil tes swab PCR dari tempat karantina Asrama Haji Surabaya.

Hingga tadi malam sudah delapan PMI yang masuk RSLI. Kemudian sore kemarin masuk kembali 26 orang PMI yang sudah positif terpapar Covid-19.

Mereka berasal dari Malaysia, Hongkong, Singapura dan Brunei Darussalam, yang masuk seminggu terakhir ini masih dari wilayah asia tenggara, sedangkan yang dari timur tengah diperkirakan akan masuk dalam seminggu kedepan.

Radian Jadid, Ketua PPKPC-RSLI menjelaskan, total per hari ini telah masuk ke RSLI 34 pasien terdiri dari 17 laki-laki dan 17 perempuan kiriman dari satgas PMI. Asal mereka beragam, separuh lebih berasal dari Madura, yakni dari Sampang, Pamekasan, Bangkalan dan Sumenep. Yang lainnya dari Jember, Probolinggo, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo dan satu orang dari Kendal, Jawa Tengah.

"Mereka akan diberikan pelayanan khusus, akan di monitoring kondisinya mulai masuk RSLI,selama perawatan hingga kepulangan nantinya," tuturnya, Rabu (5/5/2021).

Laksamana Pertama TNI drI Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Penanggung jawab RSLI, menyatakan, pihaknya selalu siap siaga dalam menangani penderita Covid 19 yang berasal dari PMI. Mereka justru menjadi perhatian serius, karena sangat berpotensi terjangkit dan menjadi perantara virus Covid 19 varian baru.

Baca juga: Masih Terdapat 249 Pasien Di Dalam Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya

"Berkaca pada kondisi badai tsunami Covid 19 di India, kami tidak mau kecolongan. Segala langkah antisipasif dan monitoring ketat akan menyertai penanganan pasien yang berasal dari PMI.

Contoh paling jelas adalah kasus di India. Adanya vaksinasi lebih dari 100 juta warga India telah menjadikan mereka euforia sehingga melupakan protokol kesehatan yang ada," tuturnya kepada TribunJatim.com.

"Padahal angka tersebut dibandingkan dengan 1,3 miliar jumlah penduduk India,masih jauh dari syarat herd immunity yang mengharuskan 70 persen dari populasi. Untuk Itu vaksinasi jangan dijadikan sandaran dan alasan untuk abai terhadap protokol kesehatan,karena prokkes adalah nomor satu dan mutlak untuk mengatasi pandemi Covid-19,” terang dr Nalendra.

Lebih lanjut dr Nalendra mengatakan, kondisi Malaysia juga mulai ada indikasi mengarah kesana. Beberapa rumah sakit di sebagian kota di Malaysia sudah mulai penuh dalam menangani pasien. Untuk itu pasien yang berasal dari Malaysia juga menjadi perhatian khusus. Informasi yang masuk menunjukkan dari 28 April hingga 4 Mei (sore) setidaknya sudah masuk sejumlah 4.177 PMI yang separo lebih diantaranya berasal dari Malaysia (2.298). Selebihnya berasal dari Singapura, Hongkong dan Brunei Darussalam.

"Pasien dari PMI akan mendapatkan perhatian khusus, skrining dan pengambilan sampel ulang untuk selanjutnya dianalisis di RSLI dan juga dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitkbangkes) Jakarta Pusat untuk penelitian lanjut terkait kemungkinan munculnya varian baru maupun spesifikasi yang berkembang atas virus tersebut," imbuhnya.

Untuk kesiapan penangan PMI tersebut, dr Nalendra telah berpesan kepada seluruh nakes dan relawan di RSLI, terus menjaga kondisi agar dapat bekerja menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik untuk kesembuhan pasien.

“Jaga kondisi, tertib dan taat dalam penggunaan APD sesuai levelnya, serta saling mengingatkan untuk keamanan, kesehatan dan keselamatan nakes dan relawan bersama” pesan dr Nalendra.

Berita tentang Pekerja Migran Indonesia

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved