Breaking News:

Berita Surabaya

H-1 Larangan Mudik, Begini Situasi di Terminal Purabaya, Petugas: Mereka Bepergian

Sehari sebelum pemberlakuan larangan mudik Kamis (6/5/2021), Terminal Purabaya, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, terpantau sepi. Padahal, terminal

surya/febrianto
Suasana Terminal Purabaya, Waru, Sidoarjo, Sehari sebelum pemberlakuan larangan mudik, Rabu (5/5/2021) 

Reporter: Febrianto Ramadani I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sehari sebelum pemberlakuan larangan mudik Kamis (6/5/2021), Terminal Purabaya, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, terpantau sepi. Padahal, terminal itu sama sekali tidak ditutup.

Sejumlah masyarakat terlihat masih bepergian mengendarai bus. Banyak sekali bus yang keluar masuk ke terminal membawa sekaligus menurunkan penumpang dari satu rute ke rute lain.

Kepala Terminal Purabaya, Imam Hidayat, mengatakan, meskipun ada aktivitas, untuk armada mengalami penurunan sampai 50 persen jika dibandingkan dengan hari hari biasa. Biasanya mencapai 1000 lebih. Sekarang sekitar 500-600 bus.

Lebih lanjut Imam juga memaparkan, Jumlah penumpang saat ini hanya 11 ribu. Padahal biasanya rata-rata mencapai 28 ribu.

"Mereka yang bepergian bukanlah pemudik. Pemantauan dari kemarin kemarin tidak ada yang pulang kampung sama sekali. Justru mereka adalah orang-orang pekerja yang rumahnya luar kota. Rutinitas pulang pergi naik bus," terang Imam, Rabu (5/5/2021).

"Situasinya kelihatannya sepi sekali. Apalagi ada isu Terminal Purabaya ditutup padahal sama sekali tidak ditutup. Kami nunggu instruksi dari pemerintah saja. terminal tidak tutup," tegasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS - H-1 Larangan Mudik, 10 Ribu Orang Naik Kereta Api Tinggalkan Surabaya

Disinggung soal antisipasi pemudik yang nekat, Imam menuturkan, pihaknya bersama jajaran samping untuk melihat pemudik yang sesuai dengan surat dari kementerian. Jangan sampai kecolongan dan tetap dipantau. 

"Kalau terpaksa mudik harus membawa surat keterangan RT RW Kelurahan. Tujuan kemana mau kemana. sesuai dengan aturan kementerian perhubungan," ucapnya.

Imam juga minta, masyarakat jangan mudik dulu. Kalau bisa di rumah saja.Agar memutus mata rantai penularan Virus Corona.

"Tetap protokol kesehatan diperhatikan dengan ketat," tandasnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved