Intiland Laporkan Pencapaian Kinerja Keuangan Tahun 2020

Pengembang properti PT Intiland Development Tbk melaporkan hasil pencapaian kinerja keuangan tahun 2020

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni Iskandar
sri handi lestari/surya
Salah satu proyek Intiland Development yang berada di kawasan Surabaya Barat. 

Reporter : Sri Handi Lestari | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengembang properti PT Intiland Development Tbk melaporkan hasil pencapaian kinerja keuangan tahun 2020 dengan peningkatan pendapatan yang cukup signifikan.

Meski di tahun itu, tekanan akibat pandemi Covid-19 sangat terdampak pada penurunan pasar properti.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang berakhir 31 Desember 2020, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 2,89 triliun. Jumlah tersebut naik Rp154,3 miliar atau 5,3 persen dibandingkan pencapaian tahun 2019 sebesar Rp2,74 triliun.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono, mengatakan kenaikan pendapatan usaha tahun 2020 didorong oleh peningkatan pengakuan penjualan dari segmen pengembangan mixed-use and high rise yang telah selesai masa pembangunannya.

“Kenaikan pendapatan usaha antara lain dipicu adanya pengakuan penjualan dari pengembangan proyek mixed-use and high rise yang telah selesai pembangunannya, seperti kondominium Graha Golf dan The Rosebay di Surabaya serta penjualan unit-unit stok di sejumlah proyek apartemen seperti 1Park Avenue” kata Archied, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Gairahkan Pasar Properti di Tengah Pandemi, Intiland Luncurkan Klaster Baru di Graha Natura Surabaya

Archied menjelaskan pendapatan pengembangan (development income) masih memberikan kontribusi terbesar, yakni mencapai Rp 2,3 triliun atau 79,6 persen dari keseluruhan. Nilai pendapatan pengembangan ini meningkat sebesar 8,2 persen dibandingkan tahun 2019 senilai Rp 2,1 triliun.

Sumber pendapatan usaha berikutnya berasal dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang memberikan kontribusi Rp 589,1 miliar atau berkontribusi 20,4 persen dari keseluruhan. Pendapatan usaha dari segmen ini membukukan penurunan 5,7 persen dibandingkan pencapaian tahun 2019 yang nilainya Rp 623,1 miliar.

Segmen pengembangan mixed-use & high rise tercatat memberikan kontribusi paling besar mencapai Rp 1,8 triliun, atau 63,4 persen. Kontribusi tersebut meningkat sebesar 39,4 persen dibandingkan pencapaian 2019 yang tercatat sebesar Rp1,1 triliun.

Kontributor berikutnya berasal dari segmen pengembangan kawasan perumahan sebesar Rp432,8 miliar atau 14,9 persen dari keseluruhan. Pendapatan dari segmen ini mengalami penurunan lebih dari separonya dibandingkan perolehan tahun 2019 senilai Rp 942 miliar.

Segmen pengembangan kawasan industri menyumbang sebesar Rp36,7 miliar atau 1,3 persen. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang masih memberikan kontribusi senilai Rp 63,4 miliar.

Archived menjelaskan segmen pengembangan perumahan, kawasan industri, dan pendapatan berulang secara rata-rata mengalami penurunan di tahun lalu.

Pandemi Covid-19 secara langsung menciptakan tekanan terhadap kinerja penjualan Perseroan, seiring dengan keputusan konsumen untuk menunda dulu pembelian produk properti.

“Penyerapan pasar perumahan juga terbentur daya beli konsumen yang menurun dan keengganan untuk melakukan investasi selama masa pandemi," kata Archied kepada TribunJatim.com.

Dari sisi kinerja profitabilitas, Perseroan mencatatkan perolehan laba kotor tahun 2020 mencapai Rp 1,18 triliun atau naik tipis dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 1,13 triliun. Laba usaha Perseroan juga meningkat 29 persen menjadi Rp 778,4 miliar, dibandingkan tahun 2019 senilai Rp 603,5 miliar.

Laba bersih Perseroan tercatat mencapai Rp 76,8 miliar, atau mengalami penurunan 69 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 251,4 miliar.

Berita tentang PT Intiland

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved