Breaking News:

Berita Gresik

Lulusan Unair Kalah Telak Pemilihan Perangkat Desa dengan Pasutri Lulusan Paket C di Gresik

Pemilihan perangkat desa di Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik ramai di media sosial.

istimewa/tangkapan layar
Wildan, alumnus Unair kalah telak dengan pasutri lulusan paket C pada seleksi perangkat desa di Gresik. 

Reporter : Willy abraham | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pemilihan perangkat desa di Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik ramai di media sosial.

Penyebabnya, seorang sarjana lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya kalah telak dengan pasangan suami istri lulusan Paket C.

Foto hasil ujian itu beredar di media sosial, pasutri Suparno bersama istrinya mendapat nilai yang hampir mendekati sempurna. Suparno berhasil mendapatkan nilai 100, kemudian istrinya mendapat nilai 99. Sedangkan Wildan Erhu Nugraha seorang alumnus Unair itu hanya mendapat nilai 68. Alhasil, Wildan gagal lolos.

Hal ini menjadi ramai di media sosial ketika diunggah di facebook. Salah satunya, akun facebook Mas Sigit, menginginkan agar ujian tersebut digelar lagi tapi dengan nomor yang acak.

"Seng nilai 100 coba di tes dengan pertanyaan yang sama tp nomernya di acak , iso 100 mane opo gak ???" tulis akun Mas Sigit.

Wildan Erhu Nugraha menuturkan, saat itu ujian merebutkan posisi Kasi Pemerintahan itu diikuti tiga peserta. Yakni dia sendiri, kemudian Suparno seorang mantan anggota BPD dan istrinya Sri Danarti.

Baca juga: Inflasi Jawa Timur 4x Beruntun Menurun, Pakar Ekonomi Unair: Ini Menunjukan Adanya 2 Permasalahan

Dikatakannya, awalnya jabatan itu tidak ada yang berminat mendaftar, karena banyak pemuda yang sudah mengetahui itu ada permainan. Bahkan ada yang melempar handuk sebelum tes itu dimulai.

“Mereka sampai bilang percuma mendaftar kalau yang menang yang punya uang. Sudah banyak isu yang beredar kalau dikondisikan,” ucapnya, Rabu (5/5/2021).

Hal ini membuat Wildan malah terdorong mendaftarkan diri. Namun saat seleksi ujian pada tanggal 1 Mei, yang terdaftar sebagai peserta hanyalah dirinya dan pasangan suami istri. Dia akhirnya menduga jika seleksi jabatan perangkat itu hanya formalitas saja.

“Hasil nilainya selisih jauh yang membuat warga bertanya-tanya,” terangnya.

Adapun saat Ketua Panitia Pemilihan Perangkat Desa yakni Aji Setiawan, saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan apapun. Hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan apapun.

Camat Benjeng Suryo segera meminta keterangan kepada pihak desa.

"Kami masih minta keterangan dari pihak desa," terangnya TribunJatim.com.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved