Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran

Antisipasi Pemudik yang Lolos, Bupati Madiun Siapkan Tempat Isolasi Khusus

Bupati Madiun yang akrab disapa Kaji Mbing, mengatakan kebijakan penyekatan oleh pemerintah menjelang lebaran sudah disampaikan hingga ke tingkat desa

(Surya/Rahadian bagus)
Bupati Madiun Kaji Mbing dan Kapolres Madiun mengecek kesiapan Operasi Ketupat Semeru 2021. 

Reporter : Rahadian Bagus | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Pemerintah telah menetapkan larangan mudik lebaran pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Untuk mengantisipasi pemudik yang nekat pulang kampung, dilakukan penyekatan di pintu masuk atau perbatasan, termasuk di wilayah Kabupaten Madiun.

Meski sudah dikeluarkan larangan mudik secara resmi dari pemerintah dan dilakukan penyekatan, namun masih ada beberapa orang yang nekat mudik melalui jalan tikus atau jalan alternatif.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Madiun telahmenyiapkan ruang isolasi khusus bagi warga yang nekat mudik. Hal itu disampaikan Bupati Madiun, Ahmad Dawami, usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1442 H, Rabu (5/5/2021).

Ditemui seusai apel gelar pasukan, Bupati Madiun yang akrab disapa Kaji Mbing, mengatakan kebijakan penyekatan oleh pemerintah menjelang lebaran sudah disampaikan hingga ke tingkat desa melalui camat.

“Artinya, kalau sudah dilakukan penyekatan ternyata ada yang lolos, nanti tingkat desa melalui camat yang akan mengambil tindakan. Yang jelas, kita sudah siapkan tujuh tempat isolasi di tujuh kecamatan, dan yang satu tempat isolasi khusus untuk PMI (Pekerja Migran Indonesia),” kata Kaji Mbing kepada TribunJatim.com.

Disinggung mengenai pos penyekatan yang tidak dijaga 24 jam, Kaji Mbing menepis hal itu. Sebab, ia bersama Kapolres dan Dandim Madiun rutin melakukan pengecekan pos penyekatan.

Baca juga: Bupati Madiun Minta Personel Operasi Lilin Semeru 2020 Jaga Kesehatan: Harus Saling Mengamankan

“Memang mengenai penyekatan tidak mungkin dilakukan 24 jam, tetapi kalau ada arus masyarakat yang sangat keras maka penyekatan akan kita lakukan di semua titik,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Madiun menambahkan, khusus di wilayah hukum Kabupaten Madiun, pihaknya menyiapkan 419 personi gabungan terdiri dari personil TNI, Polri dan instansi terkait. Petugas gabungan ini ditugaskan ke pos penyekatan dan pos pantau, termasuk jalur tikus.

“Kalau ada masyarakat yang memaksa, akan kami lakukan tindakan sesuai hukum,” jelasnya kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Posko Penyekatan

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved