Breaking News:

Berita Gresik

Bantu Modal Tanpa Bunga, Koperasi Artha Bersama Jaya, Siap Dukung UMKM Go Internasional 

Koperasi Artha Bersama Jaya, Desa Sekapuk, Kecamatan Unung Pangkah, membidik peluang pemberdayaan ekonomi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) go

TribunJatim.com/ Sugiyono
Koperasi Artha Bersama Jaya 

Reporter: Sugiyono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Koperasi Artha Bersama Jaya, Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah, membidik peluang pemberdayaan ekonomi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) go internasional. Upaya itu akan dilakukan dengan memberikan pinjaman modal tanpa bunga, Rabu (5/5/2021). 

Ketua Pengurus Koperasi Artha Bersama Jaya, Rachmad Rofik (Gus Fik), mengatakan, untuk membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, maka seyogyanya memberi kemudahan bantuan modal kepada UMKM. Sehingga, UMKM bisa bergerak dan tumbuh di masa percepatan ekonomi di masa pandemi covid-19 ini. 

Menurut Gus Fik, pinjaman modal tanpa bunga tersebut akan diberikan kepada UMKM yang serius dan fokus dalam mengembangkan usahanya. Sebab, banyak sekali potensi UMKM lokal yang bisa dioptimalkan guna menembus pasar luar negeri. Kegiatan ini juga mendukung program Pemkab Gresik dalam gerakan 1000 UMKM bangkit, mandiri dan berkarya. 

Contohnya, Ibu Kamami, warga Ngemboh, Kecamatan Ujung Pangkah,  yang pandai membuat rempeyek super krispi. Produk makanan ringan ini layak menjadi sebuah produk premium, jika dikelola dan dibranding dengan baik. 

"Demikian juga makanan ringan snack Kuping Gajah Krispi, produksi Ibu Sakinah Mutif yang juga bekerja sebagai guru di sebuah madrasah bisa ekspor ke negeri Jiran Malaysia," kata Gus Fik. 

Koperasi Artha Bersama Jaya yang baru berdiri ini mendapat dukungan dari anggota DPRD Gresik Fraksi Gerindra Taufiqul Umam dan Ibu Hj Rodheyah pengusaha sukses dari Banyu Legi, Ujung Pangkah. 

Baca juga: GrabFood Hadirkan Pengalaman Ramadan yang Lancar Melalui Layanan yang Inovatif

"Koperasi Artha Bersama Jaya ini diharapkan dapat menjadi sebuah motor penggerak perubahan masyarakat Gresik, Jawa Timur dan pada umumnya masyarakat Indonesia," imbuhnya. 

Menurut Gus Fik, kesulitan masyarakat hanya bisa diatasi oleh si miskin itu sendiri. "Dengan merubah cara berfikir, yaitu mengubah kebiasaan pengelolaan keuangan menjadi efektif, dengan mengubah pola kehidupan gagal menuju pola kehidupan berkelimpahan," kata Gus Fik, owner aplikasi AI (artificial intelegence) Wisefx. 

Selain kegiatan simpan pinjam, segmen pertama yang digarap koperasi adalah penyediaan beras organik premium, langsung dari petani kepada semua anggota koperasi. Sehingga, bisa melibatkan petani dan pengusaha selep untuk meningkatkan pendapatan di masa pemulihan ekonomi pandemi covid-19. 

"Beras tersebut juga  bisa dijual kepada khalayak umum, agar bisa terserap maksimal ke masyarakat. Koperasi ini merupakan ide brilian untuk membantu perekonomian masyarakat menengah ke bawa," kata Taufiqul Umam.

Di lain pihak, Hj Rodheyah juga siap membantu koperasi ini menjadi besar dan bermanfaat untuk banyak orang. "Di masa pandemi Covid -19, yang perlu dilakukan ini ya gotong royong. Koperasi ini  cocok untuk percepatan pemulihan ekonomi," kata Hj Rodheyah disela santunan yatim piatu. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Penulis: Sugiyono
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved