Breaking News:

Berita Banyuwangi

Gerakan Berantas Rentenir, Bupati Ipuk: Agar Pelaku Usaha Kecil Tidur Nyenyak

Pemkab Banyuwangi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan program pemberantasan rentenir di sejumlah pasar di Banyuwangi.

Penulis: Haorrahman
Editor: Ndaru Wijayanto
surya/haorrahman
Pemkab Banyuwangi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan program pemberantasan rentenir 

Reporter: Haorrahman I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan program pemberantasan rentenir di sejumlah pasar di Banyuwangi.

Program ini bertujuan untuk mengalihkan akses keuangan pedagang pasar yang kerap meminjam pada rentenir dengan bunga tinggi, menuju ke akses kredit murah dari lembaga jasa keuangan

Tahap awal, gerakan ini dilakukan di 5 pasar, yaitu Pasar Rogojampi, Pasar Banyuwangi, Pasar Genteng 1, Pasar Genteng 2, dan Pasar Blambangan, yang total diisi ratusan pedagang.

“Banyak pelaku usaha mikro-kecil yang masih kesulitan mengakses modal murah dari lembaga jasa keuangan resmi, sehingga banyak yang terjerat rentenir dengan bunga mencapai puluhan persen per tahun, ada yang 50 persen lho,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (6/5/2021).

Dalam gerakan pemberantasan rentenir ini, sejumlah fasilitas pembiayaan murah yang sebagian merupakan program bersubsidi dari pemerintah, bisa diakses pedagang pasar.

Agen-agen dari BRI dan Pegadaian masuk ke pasar. Misalnya, Pegadaian dengan pinjaman tertentu berbunga 0 persen.

Kemudian BRI punya kredit usaha rakyat berbunga 6 persen per tahun dengan nilai pinjaman bisa mencapai Rp10 juta hingga ratusan juta.

“Selain dari sisi bunga, tenor atau jangka waktu pinjaman juga memberi ruang yang cukup bagi pelaku usaha untuk bergerak mengembangkan usahanya. Dengan modal murah, keuntungan pedagang bisa lebih tinggi, hidup tenteram, tidur lebih nyenyak karena tidak dicekik bunga tinggi,” papar bupati perempuan itu.

“Ini juga sekaligus upaya kami meningkatkan inklusi keuangan, aksds keuangan yang inklusif bisa dinikmati pelaku usaha mikro-kecil,” imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved