Breaking News:

Berita Ponorogo

Wabup Lisdyarita Sidak Pasar dan Supermarket di Ponorogo, Pastikan Harga Stabil dan Prokes Dipatuhi

H-7 Hari Raya Idul Fitri 2021, Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita sidak ketersediaan dan stabilitas harga sembako (sembilan bahan pokok).

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim/ArifCandra
Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita Sidak ke Pasar Legi Relokasi dan Sejumlah Supermarket di Ponorogo 

Reporter: Sofyan Arif Candra I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - H-7 Hari Raya Idul Fitri 2021, Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita sidak ketersediaan dan stabilitas harga sembako (sembilan bahan pokok).

Didampingi Wakapolres Ponorogo Kompol Meiridiani, Lisdyarita langsung turun ke Pasar Legi Relokasi, Gudang Bulog Kecamatan Jenangan, dan sejumlah supermarket di Bumi Reog.

Hasilnya, harga sembako stabil mulai dari daging ayam, daging sapi, telur, cabai, bawang, hingga bawang merah.

"Stabilitas harga terjaga, teman-teman (pedagang) tidak menaikan harga menjelang lebaran. Ini luar biasa, pembeli senang dan penjual seneng," kata Lisdyarita, Kamis (6/5/2021).

Ia juga menjamin stok beras untuk hari raya Idul Fitri aman, dengan begitu harga beras tidak akan naik.

"Ketersediaan beras di Bulog sudah siap dan aman. Namun begitu, saya pastikan Bulog tetap menerima beras dan padi dari petani-petani lokal," kata Lisdyarita.

"Jadi kalau ada pandangan masyarakat Bulog tidak menerima dari gapoktan itu salah," lanjutnya.

Di Supermarket, Lisdyarita juga memantau harga sembako dan protokol kesehatan.

Menurut kader PDI Perjuangan ini, jelang hari raya Idul Fitri, warga Ponorogo pasti menyerbu supermarket untuk belanja memenuhi kebutuhan hari raya.

"Di Supermarket Luwes tadi ramai tapi Alhamdulillah Prokesnya ditaati. Semua pengunjung diwajibkan bermasker dan saat antre di kasir jaraknya terjaga," tambah Lisdyarita.

Sementara itu, Wakapolres Ponorogo, Kompol Meiridiani, mengatakan pengecekan harga sembako di tengah Pandemi ini untuk menghindari tindakan tengkulak yang melakukan penimbunan dan menaikkan harga untuk mendapatkan suatu keuntungan lebih.

"Kami tidak menginginkan terjadi gejolak harga naik dan stok bahan pangan menurun di tengah pandemi. Untuk itu, pemantauan terus dilakukan setiap saat," kata Meridiani   

Selain harga, Meiridiani juga sekalian mengecek barang yang sudah tidak layak jual dan kadaluarsa.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved