Breaking News:

Berita Politik

Pengamat Politik Sebut Manuver Partai Ummat Bisa Pengaruhi Konstituen Parpol

Keberadaan dan manuver Partai Ummat, diyakini sedikit banyak akan berpengaruh pada konstituen sejumlah partai. Terlebih partai yang para mantan

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam. 

Reporter : Yusron Naufal Putra | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Keberadaan dan manuver Partai Ummat, diyakini sedikit banyak akan berpengaruh pada konstituen sejumlah partai. Terlebih partai yang para mantan tokohnya sudah berada dibarisan partai yang diprakarsai oleh Amien Rais tersebut. 

Misalnya PAN yang sejauh ini dianggap beririsan langsung dengan Partai Ummat lantaran Amien Rais dahulu dikenal sebagai tokoh PAN. 

Bahkan, termasuk PBB bukan tidak mungkin juga akan terpengaruh. Sebab, ada nama MS Kaban di Partai Ummat

Pengamat politik dari SSC Surokim Abdussalam berpandangan, eksodus kader memang bisa saja terjadi dalam perpolitikan. Hal itu wajar namun harus terus diwaspadai.

"Menurut saya harus ekstra hati hati," kata Surokim, Jumat (7/5/2021). 

Baca juga: Kasus Perawat di Malang Dibakar, Suami Turut Dimintai Keterangan Sebagai Saksi Oleh Polisi

Menurut Surokim, misalnya PAN. Jika banyak kader yang nyeberang, tentu bisa berpengaruh pada suara di grass root. Terlebih jika kader tersebut merupakan yang sudah memiliki basis dan piawai dalam pertarungan politik. 

Apalagi, tak bisa dipungkiri jika PAN dan Partai Ummat memang hampir memiliki irisan yang sama. Termasuk pada segmentasi pemilih. 

Jawa Timur, lanjut Surokim, secara geopolitik termasuk dalam wilayah kehormatan partai. Serta diyakini memiliki efek pada pilihan voters arus bawah. 

Kendati sudah berkali-kali dibantah oleh PAN dengan menyebut mereka tak akan terpengaruh, Surokim berpendapat memastikan kesolidan kader sangatlah penting. Loyalitas dan soliditas harus terus dikuatkan. 

"Jadi PAN punya tugas untuk meyakinkan para kader agar jangan sampai ada eksodus kader ke partai ummat untuk menjaga perolehan suaranya di Jatim," ungkap Surokim.

Sementara PBB, sama. Jika terdapat kader yang loncat dan merupakan salah seorang tokoh, menurut Surokim bisa saja juga terimbas. Sebab, bagaimana pun, faktor ketokohan juga masih tinggi dalam pertarungan elektoral. 

"Karena pemilih kita yang tradisional dan anut grubyuk juga masih banyak. Ya memang terkesan bajak membajak kader itu jalan pintas untuk partai baru. Kendati itu sebenarnya tidak sehat untuk pengkaderan dan membuat kader yang super loyal dan solid tegak lurus," ujarnya. 

Kumpulan berita Jatim terkini

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved