Breaking News:

Berita Jember

Rektor Unej Hormati Sikap Penyidik Polres Jember Yang Menahan Dosen Unej RH

Pihak Universitas Jember (Unej) menyatakan sikap paska penahanan salah satu dosen Unej, RH, oleh penyidik Polres Jember dalam perkara dugaan pencabula

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
sri wahyunik/surya
Rektor Unej Iwan Taruna 

Reporter : Sri Wahyunik | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pihak Universitas Jember (Unej) menyatakan sikap paska penahanan salah satu dosen Unej, RH, oleh penyidik Polres Jember dalam perkara dugaan pencabulan.

Melalui rilis resmi yang disampaikan Bagian Humas Universitas Jember, Rektor Unej Iwan Taruna mengatakan menghormati kewenangan penyidik Polres Jember yang menahan RH.

"Kami menghormati kewenangan penyidik yang menahan RH. Pasalnya, tindakan penyidik Polres Jember memang menjadi kewenangan sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana yang berlaku," ujar Iwan Taruna secara tertulis dalam rilis yang dikirim, Jumat (7/5/2021).

Sementara itu Wakil Koordinator Humas Unej, Rokhmad Hidayanto menambahkan, sejak awal mencuatnya kasus ini, Rektor Unej Iwan Taruna telah berkomitmen untuk menuntaskan kasus tersebut.

Rektor membentuk tim pemeriksa internal untuk menangani kasus tersebut. Tim pemeriksaan internal berada di FISIP, tempat RH mengajar.

"Karenanya ada tim pemeriksa internal itu. Sekarang tim pemeriksa masih bekerja, dan semoga dalam waktu dekat sudah ada hasil dari pemeriksaan tersebut. Karena tim sudah meminta keterangan dari sejumlah orang," ujar Didung, panggilan akrab Rokhmad Hidayanto, kepada Surya, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Rektor Unej Bebastugaskan Sementara Dosen Tersangka Pencabulan

Tim pemeriksa itu akan menuntaskan kasus tersebut dari aspek hukum disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bahkan sambil menunggu tim pemeriksa tuntas menyelesaikan tugasnya, rektor juga telah membebaskan tugaskan sementara RH dari jabatannya sebagai koordinator Program Studi Magister Ilmu Adminstrasi di fakultasnya.

Dan kini setelah ditahannya RH, lanjut Didung, rektor memerintahkan dekan FISIP untuk segera mengambil alih tanggung jawab mata kuliah maupun pembimbingan tugas akhir (skripsi, tesis, disertasi) mahasiswa yang sebelumnya dibimbing oleh RH.

Langkah tersebut diambil agar tidak ada kerugian akademik terhadap keberlanjutan mata kuliah maupun tugas akhir yang saat ini tengah dikerjakan oleh mahasiswa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved