Breaking News:

Berita Gresik

Warga dan Manajemen Perumnas KBD Pasang Spanduk Besar, Melarang Oknum Desa Memanfaatkan Fasum -Fasos

Warga perumahan nasional (Perumnas) Kota Baru Driyerejo (KBD) Gresik, bersama manajemen  Perumnas memasang spanduk besar tentang larangan memanfaatkan

TribunJatim.com/ Sugiyono
Warga KBD Gresik pasang spanduk besar soal pemanfaatan fasum 

Reporter: Sugiyono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Warga perumahan nasional (Perumnas) Kota Baru Driyerejo (KBD) Gresik, bersama manajemen  Perumnas memasang spanduk besar tentang larangan memanfaatkan fasilitas umum - fasilitas sosial (Fasum-fasos) di Kawasan KBD, Sabtu (8/5/2021). 

Pemasangan spanduk tersebut atas dorongan warga, sebab diduga ada pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH)  untuk kepentingan kelompok Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo. 

Spanduk berukuran 3 X 6 meter tersebut bertuliskan 'Fasum-fasos RTH dan Taman  Perumnas Kota Baru Driyorejo dilarang mendirikan bangunan dan kegiatan dalam bentuk apapun, tanpa seijin pihak terkait'. 

"Warga menginginkan fasum dan fasos dikembalikan seperti semula ke Perumnas, sehingga warga bisa mendapatkan haknya," kata sekretaris koordinator rukun warga Perumnas KBD  Sutito M Widjoyo, yang akrap disapa Tito. 

Lebih lanjut Tito, mengatakan, warga selaku konsumen sangat membutuhkan fasum dan fasos untuk kehidupan bersosial sehari-hari. Namun, faktanya fasum dan fasos dikelola oknum untuk kepentingan golongannya. 

"Atas nama Bumdes, oknum tersebut diduga menyewakan ruang terbuka hijau menjadi sentral tanaman hias. Ada juga menjadi sentral kuliner. Namun, fasum dan fasos tersebut, diharapkan oleh konsumen Perum Perumnas untuk kepentingan umum, bukan dikomersilkan," imbuhnya.

Lebih lanjut Tito mengatakan, warga kaget melihat surat pernyataan Kepala Desa Petiken, yang isinya tentang penataan PKL dan kebersihan lingkungan di pintu masuk Perum Perumnas KBD. 

"Izinnya penataan PKL, tapi faktanya menguasai fasum dan fasos dan disewa-sewakan untuk tanaman hias dan sentra kuliner," katanya. 

Baca juga: 10 Pengemudi Rapid Test Antigen di Pos Exit Tol Madyopuro, Labkesda Ingatkan: Bawa Surat Kelengkapan

Sementara, Kepala Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Mardi Utomo, mengatakan, warga yang mana mempermasalahkan Fasum-fasos Perumnas KBD, sebab yang tinggal di Perumnas KBD sebanyak 20.000 lebih. 

"Aspirasi yang mana ini, sebab 20.000 lebih konsumen berada di wilayah kami," kata Mardi Utomo melalui pesan singkat whatsapp kepada wartawan. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Penulis: Sugiyono
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved