Breaking News:

Berita Surabaya

DMI Jatim Beri Himbauan Soal Salat Idul Fitri: Silahkan di Masjid Asal Prokes Dipatuhi

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Timur, M Roziqi, menyampaikan sejumlah himbauan kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNNEWS.COM
Salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal Jakarta 

Reporter: Febrianto I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Timur, M Roziqi, menyampaikan sejumlah himbauan kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021.

Dalam himbauan tersebut, M Roziqi menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan salat Ied dan larangan takbir keliling.

Menurutnya, tidak masalah salat Ied di Masjid asal yang paling penting adalah protokol kesehatan dipatuhi. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tak lupa mengecek suhu tubuh setiap jamaah.

"Karena pada dasarnya yang mengikuti salat Ied, salat tarawih, salat fardhu, tidak jauh dari lingkungan sekitar tempat ibadah," ujarnya, Minggu (9/5/2021).

DMI Jatim sendiri tidak mempermasalahkan masyarakat melaksanakan salat Ied berjamaah di Masjid. Jangan sampai, ada jemaah luar yang datang dari jauh. Karena petugas masjid tidak mengetahui kondisi tubuh mereka.

"Kalau jamaah terdekat tidak masalah yang penting protokol kesehatan dipatuhi," imbuhnya.

Disinggung soal edaran pemerintah untuk menggelar salat Idul Fitri di rumah, Roziqi mempersilahkan hal tersebut. Yang penting dijaga protokol kesehatan agar tidak ada penularan virus Covid 19.

"Kalau salat Idul Fitri di rumah silahkan tidak apa apa. Namanya salat boleh saja dengan keluarga, anak, istrinya. 4 sampai 6 orang. Salah satu dari mereka jadi imam. Kalau yang ikut cuma 2 atau 3 orang sebaiknya salat saja tanpa khutbah. 5 menit durasinya. Memang edaran dari Wali Kota mengadopsi dari edaran Kementerian Agama," tuturnya.

"Dewan masjid sendiri juga sudah membuat semacam himbauan. Silahkan di masjid  asal prokes dipatuhi. Kalau di masjid pastinya yang salat adalah jamaah sendiri yang biasa sudah salat disitu. Tidak apa apa yang penting prokkes," sambungnya.

Mengenai takbir keliling, Roziqi menghimbau kepada masyarakat agar kegiatan tersebut ditiadakan.

Pada situasi seperti saat ini sebaiknya takbir di masjid atau musala. Beberapa orang pasti mengadakannya disana.

"Saya kira dengan sound system yang ada pasti didengar oleh banyak orang. Jangan takbir keliling berjalan bersama sama, atau mengendarai kendaraan itu yang dihindari. Jangan sampai membuat kerumunan,takut menjadi penyebab penyebaran virus," ucapnya.

"Saya menghimbau supaya tidak mengadakan takbiran keliling. Takbir di masjid saja dengan beberapa orang. Karena suara sound bisa didengar orang banyak membuat syiar di masjid bisa dinikmati dan didengar oleh masyarakat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved