Breaking News:

Berita Surabaya

Ingatkan Patuhi Prokes Saat Salat Ied, Wali Kota Eri Cahyadi: Hindari Salaman, Fokus Ibadah

Warga Kota Surabaya bisa melakukan ibadah Salat Idul Fitri 1442 H. Wali Kota Eri Cahyadi ingatkan protokol kesehatan tetap harus dipatuhi. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Hefty Suud
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. 

Untuk menghindari penumpukan jemaah, pihaknya berharap masyarakat tidak berfokus di satu titik saja.

Ibadah bisa dilakukan di masing-masing mushola maupun Masjid di tiap kelurahan, tanpa perpindahan zona. 

"Salatnya bisa di banyak Mushola, Masjid, dan lapangan. Tidak terkumpul di satu titik, namun bisa di banyak titik. Sehingga, jumlah jemaah bisa terpecah," kata Cak Eri, sapaan akrab Eri Cahyadi

Kemudian penggunaan masker juga harus dilakukan selama beribadah. Penggunaan masker penting dalam penerapan protokol kesehatan. 

Baca juga: Idul Fitri 1442 H Muhammadiyah dan NU Kemungkinan Jatuh di Hari yang Sama, Ini Penjelasan PWNU Jatim

Sosialisasi juga dilakukan kepada pengurus masjid. Selain pembatasan jumlah jemaah, pihaknya juga menghimbau pembatasan durasi ceramah. 

"Dalam SE yang kami keluarkan dengan merujuk SE dari Pemprov, ketentuannya sangat detail. Misalnya, ceramahnya (maksimal) 10 menit dan suratnya pendek," kata Cak Eri. 

Selesai Sholat, masyarakat diharapkan untuk menghindari salaman.  Juga, makan bersama. 

"Jadi, ini satu rangkaian. Bukan hanya pada saat Salat Ied nya, namun setelah (sholat) lupa. Misalnya, salaman, atau bahkan makan bersama. Ini kami mohon ditiadakan, dengan kita fokus ibadah," kata Cak Eri. 

Selain upaya preventif, pihaknya juga memaksimalkan keterlibatan warga. Pengurus RT, RW, maupun LPMK ikut mengawasi. 

"Untuk satgas mandiri, kita libatkan RT, RW, dan LPMK. Masing-masing wajib menjaga melalui satgas mandiri," terangnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved