Breaking News:

Berita Surabaya

Kemenag-RI Optimis Larangan Umrah Dicabut Kerajaan Arab Saudi Tanggal 17 Mei

Indonesia, menjadi satu diantara 20 negara yang termaktub dalam pelarangan tersebut. Sehingga belum diperbolehkan mengirim warganya atau calon jamaah

istimewa
Kedatangan jamaah umrah dari Indonesia disambut oleh pihak Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang didampingi oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Arab Saudi, Minggu (1/11/2020) 

Reporter : Luhur pambudi | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Ibadah Haji Khusus Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag-RI), M Noer Alya Fitra mengatakan, Pemerintah Arab Saudi hingga saat ini belum mencabut larangan pelaksanaan ibadah Umrah dan Haji untuk 20 negara.

Indonesia, menjadi satu diantara 20 negara yang termaktub dalam pelarangan tersebut. Sehingga belum diperbolehkan mengirim warganya atau calon jamaah untuk menunaikan ibadah umrah di Jeddah, Arab Saudi.

Pemberlakuan larangan berkunjung dari 20 negara tersebut, diakui Alya Fitra terbilang mengagetkan. Karena muncul pada Rabu (3/2/2021), atau tiga bulan pascapelaksanaan umrah uji coba masa pandemi Covid-19 kembali dibuka sejak Minggu (1/11/2020).

Selama kurun waktu itu, pihak Indonesia berhasil memberangkatkan 2.603 orang jemaah umrah dalam empat tahap, melalui 114 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) se-Indonesia, menggunakan satu pesawat maskapai penerbangan Arab Saudi, dan tiga maskapai dari Indonesia.

Pelarangan penerbangan dari 20 negara, termasuk Indonesia itu terpaksa dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi karena melihat jumlah penularan kasus Covid-19 di Indonesia, terbilang tinggi.

Berdasarkan catatan yang dihimpun oleh Alya Fitra, jumlah kasus penularan Covid-19 terbilang meningkat hingga 10 ribu kasus baru, pada Bulan Februari 2021 kemarin.

Baca juga: Wacana Ibadah Umrah Dan Haji Dibuka Kembali Berikut Tanggapan Kakanwil Kemenag Jatim

Meskipun pada akhirnya jumlah kasus penularan Covid-19 di Indonesia berangsur menurun. Ternyata tak lantas membuat Pemerintah Arab Saudi menghapus Indonesia dari daftar 20 negara yang dilarang itu.

Pasalnya, ungkap Alya Fitra, justru Negara Arab Saudi, sejak awal tahun 2021 hingga kini masih menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

"Sehingga ini salah satu perkiraan kami kenapa Pemerintah Arab Saudi ini jadi agak ragu untuk memberikan kuota untuk haji maupun, membuka jalan umroh di sana," katanya dalam wawancara eksklusif via Zoom bersama TribunJatim.com Jumat (16/4/2021).

Halaman
123
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved