Breaking News:

Berita Surabaya

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di Jatim Masih Terjaga Meski Pandemi Belum Usai

Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang mencapai -2,07 persen Nasional dan -2,39 persen untuk Jawa Timur

sri handi lestari/surya
Bambang Mukti Riyadi, Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur. 

Reporter : Sri Handi Lestari | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kondisi ekonomi Nasional dan Jawa Timur mulai menunjukkan pemulihan meskipun masih terkontraksi akibat pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi Nasional dan Jawa Timur TW I 2021 ada di -0,74 persen dan -0,44 persen.

"Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang mencapai -2,07 persen untuk Nasional dan -2,39 persen untuk Jawa Timur," kata Bambang Mukti Riyadi, Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Senin (10/5/2021).

Bambang menyampaikan bahwa ditengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19, stabilitas sektor jasa keuangan di Jawa Timur
masih terjaga.

Hal ini tercermin dari kecukupan modal dari Bank Umum (BU) dan BPR/S yang berkantor pusat di Jawa Timur yang masih di atas threshold yaitu 21,90 persen, (4 BU), 33,91 persen (280 BPR) dan 21,90 persen (27 BPRS). Kestabilan sektor jasa keuangan ini sangat penting untuk mendukung pemulihan sekaligus pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kecukupan likuiditas masih mencukupi untuk antisipasi kebutuhan masyarakat yang tercermin dari posisi Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga sebesar 36,33 persen (AL/DPK) dan Alat Likuid terhadap Non Core Deposit sebesar 189,40 persen (AL/NCD)," jelas Bambang.

Risiko kredit masih termitigasi dengan baik dimana NPL Perbankan 3,76 persen dan NPF Perusahaan Pembiayaan 2,86 persen. Kinerja sektor jasa keuangan di Jawa Timur selama TW I 2021 masih terjaga. Pertumbuhan aset perbankan meningkat 7,83 persen YoY, DPK 8,30 persen YoY, meskipun pertumbuhan kredit masih terkontraksi sebesar 1,68 persen YoY. Di sektor Pasar Modal, jumlah investor meningkat 98,02 persen yang berpengaruh juga pada kenaikan nilai transaksi yang mencapai 45,46 persen.

Baca juga: Gelar Sosialisasi Door To Door, Legislator dan OJK Gelar Penyuluhan Jasa Keuangan

Sementara itu pembiayaan yang diberikan melalui Fintech P2P Lending tumbuh 22,14 persen YoY, sedangkan pembiayaan oleh Perusahaan Pembiayaan masih terkontraksi sebesar 15,78 persen YoY.

"Pelaksanaan program restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak Covid-19 di Jawa Timur (April 2021) mencapai Rp 137,6 Triliun yang berasal dari sektor perbankan sebesar Rp115,6 Triliun (1.284.197 debitur) dan sektor Industri Keuangan Non Bank
sebesar Rp21,9T (857.548 debitur)," jelas Bambang.

Realisasi penyaluran kredit PEN di Jawa Timur sampai dengan 30 April 2021 mencapai Rp 33,2 Triliun, dimana Rp 25,9 Triliun dari total kredit tersebut telah disalurkan kepada 671.003 debitur UMKM.

Selanjutnya, Bambang mengungkapkan bila OJK Regional 4 Jatim bersama berbagai lembaga di bawah koordinasi Gubernur
Jatim terus bersinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim.

"Beberapa kegiatan dalam rangka mendukung program PEN yang telah dilaksanakan selama TW I 2021 adalah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jatim terus meningkatkan pemberian pendanaan bagi UMKM oleh Lembaga Jasa
Keuangan," jelas Bambang.

Juga mendorong industri halal untuk menjadikan Jatim sebagai basis industri halal di Indonesia, pendampingan usaha dan literasi keuangan ke Pondok Pesantren, talkshow tentang bisnis dan investasi halal.

"Serta mendukung perdagangan antar daerah dan melakukan mediasi kepada debitur terdampak pandemi Covid-19 yang salah satunya adalah driver online," tandas Bambang kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Pertumbuhan ekonomi Nasional

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved