Breaking News:

Berita Banyuwangi

Forkopimda Hingga Tokoh Agama Banyuwangi Sepakat Laksanakan Salat Idul Fitri Sesuai Zona PPKM Mikro

Forkopimda hingga tokoh agama Banyuwangi sepakat untuk menggelar salat Idul Fitri di masjid dan lapangan sesuai zona PPKM Mikro.

Penulis: Haorrahman
Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Satgas Covid-19 Banyuwangi saat menggelar rakor penyelenggaraan salat Idul Fitri 1442 H, Senin (10/5/2021). 

Reporter: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi menerbitkan ketentuan tentang pelaksanaan salat Idul Fitri di masjid atau lokasi terbuka dengan mengacu pada zonasi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro atau per kelurahan.

Hal itu disampaikan Satgas Covid-19 saat menggelar rakor penyelenggaraan salat Idul Fitri 1442 H, Senin (10/5/2021).

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah, Kapolresta Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Dandim 0825 Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Letkol Laut (P) Eros Wasis, Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi Mohammad Rawi hadir dalam rakor yang juga diikuti secara virtual oleh satgas tingkat kecamatan se-Banyuwangi.

Selain itu, rakor dihadiri unsur DPRD Banyuwangi, Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi KH M Yamin, serta pengurus ormas keagamaan.

Bupati Ipuk mengatakan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah menerbitkan surat edaran pada Senin (10/5/2021) yang mengatur pelaksanaan salat Idul Fitri berdasarkan zonasi PPKM mikro.

“SE ini tidak akan berarti apa-apa kalau kita tidak satu suara. Maka kami mengajak Forkopimda, Kemenag, MUI, dan tokoh ormas keagamaan untuk satu suara. Banyuwangi sepakat untuk menjalankan SE Ibu Gubernur,” ujar Ipuk.

Ipuk bersyukur, pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini dapat dilakukan secara berjamaah di masjid atau lapangan. Meski kebijakan ini bisa diterapkan dengan mengacu pada zonasi PPKM Mikro

"Alhamdulillah, berdasar zonasi tersebut, kalau setingkat desa maka di Banyuwangi hanya ada tiga RT di satu desa yang tidak diperbolehkan menggelar salat Idul Fitri di masjid atau lapangan, karena masuk zona merah. Warga di sana diimbau tegas untuk melakukan salat di rumah saja. RT selebihnya, silakan menggelar namun dengan prokes yang ketat," kata Ipuk. 

Berdasar SE Gubernur Jatim tersebut, ditetapkan bahwa untuk zona hijau dan kuning jemaah salat Idul Fitri yang hadir maksimal 50 persen dari kapasitas, zona oranye jemaahnya tidak boleh melebihi 15 persen kapasitas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved