Breaking News:

Berita Lumajang

Pemkab Lumajang Perbolehkan Gelar Salat Id Berjamaah, Ini Syarat yang Harus Diperhatikan

Pemerintah Kabupaten Lumajang memperbolehkan warga menggelar salat Idul Fitri di lapangan dan masjid. Rekomendasi itu diberikan pasalnya Lumajang masu

surya/tonyH
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat menggelar konfrensi pers di kantor kabupaten, Senin (10/5/2021). 

Reporter: Tony Hermawan I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten Lumajang memperbolehkan warga menggelar salat Idul Fitri di lapangan dan masjid.

Rekomendasi itu diberikan pasalnya Lumajang masuk risiko rendah dalam penyebaran virus Corona.

"Kami mengacu pada peraturan pemerintah pusat sesuai dengan edaran dua menteri, menteri dalam negeri dan menteri agama bahwa jika ada daerah yang berada zona kuning sebaran Covid-19 diperbolehkan melaksanakan salat id berjamaah," kata Thoriq.

Meski masjid-masjid di Lumajang diperbolehkan menggelar salat Idul Fitri 1442 Hijriah. Namun, dalam pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan protokol kesehatan.

Para pengurus masjid harus mengurangi kapasitas 50 persen, serta menjaga jarak agar tidak ada kerumunan. Selain itu, acara Salat Ied juga diminta dipersingkat, misalnya ceramah.

"Agar jumlah jamaah bisa mengikuti protokol kesehatan akan kami libatkan Satgas Covid-19, TNI-Polri untuk menjaga selama pelaksanaan Salat Ied," ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Lumajang KH. Achmad Hanif mengatakan, seluruh warga memang diperbolehkan melaksanakan salat di masjid atau di lapangan.

Namun, katanya, ada beberapa kalangan tertentu diimbau untuk tetap melaksanakan di rumah masing-masing. Tujuannya untuk menjaga kesehatan.

Adapun kalangan yang disarankan mengikuti imbauan tersebut seperti orang yang mengalami sakit atau orang yang tidak memungkinkan salat berjamaah, baru sembuh dari penyakit, orang setelah melakukan perjalanan luar daerah dan terakhir adalah orang yang sudah lansia.

 “Kalau melihat SE dari Menteri Agama memang disarankan untuk salat id di rumah masing-masing. Tata caranya saya rasa umat Islam sangat paham, bisa menyelenggarannya sendiri atau berjamaah. Minimal ada 4 orang, mereka bisa menggelar jamaah di rumah,” ujarnya.

Saat pelaksanaan Salat Ied dirinya berharap semua dapat berjalan lancar dan aman.
Maka itu, untuk mengantisipasi kerumunan dirinya berharap keberadaan musala setiap desa bisa dimanfaatkan.

"Sungguh tidak ada maksud lain selain kapasitas masjid jadi sebaiknya musala-musala diberdayakan agar tidak menimbulkan kerumunan yang berlebih," pungkasnya.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved