Berita Jatim

Gekrafs Jatim, Wadah Solusi Pelaku Usaha Kreatif Tidak Gulung Tikar Pascapandemi Covid-19

Gekrafs Jatim bakal melantik pengurusnya 5 Juni mendatang. Jadi wadah solusi pengusaha kreatif bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/Gekrafs Jatim
Para pengurus Gekrafs Jatim berkumpul di Hotel Srijaya Surabaya untuk membahas sejumlah ageda pra pelantikan. 

Reporter: Sari Handi Lestari | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur bakal melantik pengurusnya di hotel Westin Surabaya pada 5 Juni mendatang.

Berbagai persiapan telah dilakukan oleh para pengurus Gekrafs Jatim.

Mulai dari penjaringan calon pengurus hingga menyusun program kerja yang akan menjadi portofolio gerakan dalam penguatan perekonomian Jawa Timur (Jatim).

Ketua Umum Gekrafs Jatim, Septrianto Maulana mengungkapkan selama pandemi virus Corona ( Covid-19 ) melanda, sektor perekonomian global mengalami kontraksi yang luar biasa.

"Bahkan, tidak sedikit pelaku usaha khususnya di Jatim akhirnya collabs akibat turunnya daya beli maupun aktivitas perekonomian masyarakat," kata Septrianto, Rabu (12/5/2021).

Baca juga: Adhi Setyo, Pelaku UMKM Kuliner Surabaya yang Menginisiasi Gotong Royong Bangkit dari Pandemi

Dampaknya, pengangguran mengalami peningkatan yang secara otomatis membuat angka kemiskinan tumbuh.

Tidak terkecuali juga terjadi pada sektor usaha ekonomi kreatif yang sempat booming beberapa waktu lalu.

Sekitar 17 sub sektor ekonomi kreatif seperti sektor, kuliner, fashion, kriya, aplikasi, film animasi video, fotografi periklanan, seni rupa, arsitektur, design interior, design komunikasi visual, design produk, pengembangan permainan (game), Radio TV, periklanan, penerbitan dan seni pertunjukan juga terkena imbas pandemi Covid-19.

"Melalui wadah Gekrafs kami berinisiatif mengumpulkan seluruh pelaku usaha kreatif di Jatim untuk bersama-sama mencari ide dan solusi dalam pemulihan ekonomi pascapandemi agar sektor usaha yang kita geluti bersama ini tidak gulung tikar," jelas Septrianto.

Menurut cak Rian, sapaan akrabnya, sektor usaha kreatif di Jatim merupakan yang terbesar di Indonesia dibandingkan daerah lain.

Sektor kreatif selama ini bahkan telah memberikan kontribusi signifikan dalam terciptanya lapangan kerja bagi para millenial.

Sebagai contoh, sejak adanya pandemi pemerintah dengan berbagai regulasinya berupaya mengurangi intensitas tatap muka antar orang dengan harapan penuralan Covid 19 dapat diminimalisir.

Nah, rupanya kebijakan ini membuat pelaku usaha kreatif di bidang aplikasi mengalami pertumbuhan usaha.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved