Breaking News:

Berita Jember

Dosen Universitas Jember Kembangkan Varietas Padi Baru Berbasis Plasma Nutfah Padi Lokal

Dosen Universitas Jember mengembangkan padi varietas baru berbasis plasma nutfah padi lokal. Varietas baru itu dikembangkan oleh Mohammad Ubaidillah

sri wahyunik/surya
Dosen Universitas Jember M Ubaidillah mengembangkan varietas baru padi dari plasma nutfah padi lokal 

Reporter : Sri Wahyunik | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Dosen Universitas Jember mengembangkan padi varietas baru berbasis plasma nutfah padi lokal. Varietas baru itu dikembangkan oleh Mohammad Ubaidillah, dosen dan peneliti Fakultas Pertanian Universitas Jember.

Menurut Ubaidillah, pemilihan plasma nutfah padi lokal sebagai basis pengembangan varietas padi baru karena beberapa faktor keunggulan.

Keunggulan itu antara lain, plasma nutfah padi lokal sudah terbukti mampu berkembang dan bertahan di kondisi alam Indonesia.

“Plasma nutfah padi lokal adalah jenis padi lokal yang hidup di berbagai daerah di Indonesia yang sudah mengalami evolusi secara alami tanpa campur tangan manusia dan terbukti mampu tumbuh berkembang di alam Indonesia,” jelas Ubaidillah, Minggu (16/5/2021).

Saat ini Ubaidillah memiliki kurang lebih 100 plasma nutfah padi lokal dan 20 plasma nutfah padi dari Jepang, Korea Selatan dan China. Semua plasma nutfah itu tersimpan di laboratorium Program Studi Agroteknologi dan laboratorium CDAST Universitas Jember.

Koleksi plasma nutfah padi lokal tersebut di antaranya padi varietas Bondowoso-1, Bulu Hideung, Ketan Keuyup, Merah Wangi, Kewah Gudril dan lainnya.

Sementara plasma nutfah padi non lokal yang menjadi koleksinya di antaranya Nippon Barre dari Jepang.

“Indonesia sangat kaya dengan sumber plasma nutfah padi lokal. Setiap jenisnya memiliki keunggulan tersendiri, bahkan ada jenis padi yang tidak disukai oleh hama seperti binatang karena kulit luarnya membuat gatal bagi tikus dan burung yang memakannya,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, tidak banyak petani yang menanam padi lokal. Penyebabnya biasanya umur tanamnya lama dan produktivitasnya rendah.

Baca juga: Posbakum Universitas Jember Berikan Bantuan Hukum Bagi 116 Pencari Keadilan

Saat ini dosen asal Probolinggo ini tengah menjajagi riset mengembangkan varietas padi baru berbasis plasma nutfah padi lokal, khususnya riset padi berwarna. Kini Ubaidillah tengah berusaha menyilangkan padi lokal jenis Hitam dari Jawa Timur dengan padi lokal jenis Cupu Slamet dari Jawa Tengah.

“Padi berwarna yang menghasilkan beras merah atau beras hitam punya keunggulan memiliki kadar antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih sehingga baik bagi kesehatan," tegasnya kepada TribunJatim.com.

Ubaidillah memilih mengembangkan varietas baru padi sebab padi masih menjadi makanan pokok mayoritas warga Indonesia.

Seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia maka kebutuhan akan beras juga makin meningkat. Di sisi lain, lahan pertanian makin menyusut. Karenanya untuk memenuhi kebutuhan beras itu, maka dibutuhkan berbagai cara guna meningkatkan produksi padi nasional.

Berita tentang Universitas Jember

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved