Breaking News:

Berita Ponorogo

Pelototi Pelaksanaan Prokes Destinasi Wisata, Polda Jatim: Wisata Hanya Boleh Satu Rayon

Ditlantas Polda Jatim fokus memelototi pelaksaan protokol kesehatan di destinasi wisata sebagai tindak lanjut penyekatan perbatasan antar provinsi

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman saat mengecek Pos Penyekatan Tugu, perbatasan Rayon Madiun Raya dengan Rayon Kediri Raya 

Reporter: Sofyan Arif Candra | Editor: Taufiqur Rochman

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Ditlantas Polda Jatim fokus memelototi pelaksaan protokol kesehatan di destinasi wisata sebagai tindak lanjut penyekatan perbatasan antar provinsi dan antar rayon dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman mengatakan polisi tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas jika kedapatan wisatawan yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Kita awasi agar wisatawan benar-benar mematuhi protokol kesehatan dan polisi akan melakukan diskresi jika prokes tidak bisa dilaksanakan," kata Latif, saat ditemui usai mengecek check point Tugu, perbatasan Ponorogo-Trenggalek, Minggu (16/5/2021).

Latif juga menegaskan, penyekatan keluar masuk antar provinsi dan antar rayon tidak akan dikendurkan walaupun libur lebaran telah lewat.

Hal ini untuk mencegah adanya wisatawan yang menyebrang ke rayon lain.

"Seperti di check point Tugu ini, perbatasan antara Rayon Madiun Raya dan Blitar Raya. Kami masih menemui masyarakat dari Ponorogo dan sekitar Madiun Raya akan berwisata ke Trenggalek," kata Latif.

"Ini tidak diperbolehkan dan kita minta putar balik biar mereka wisata di Madiun raya saja," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Latif juga merinci, selama Operasi Ketupat Semeru, kepolisian sudah memeriksa 250 ribu unit kendaraan.

Dari jumlah tersebut, 45 ribu diantaranya telah diminta putar balik.

"Kita juga sudah melakukan tes rapid test antigen kepada 3 ribuan pengendara, hasilnya didapati positif 21 orang positif," kata Latif.

"Ini akan berjalan terus dan akan kita lakukan random rapid di setiap titik yaitu di 9 titik antar provinsi dan 20 titik antar rayon," lanjutnya.

Pengendara yang diutamakan untuk mengikuti rapid test adalah penumpang yang isi kendaraannya penuh atau berjubel.

"Kita ambil 2-3 penumpang untuk sampling rapid test," pungkasnya.

Dalam kunjungan ke Pos Penyekatan Tugu, Latif Usman didampingi Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis, dan Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Indra Budi Wibowo dan Jajaran Porles Trenggalek.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved