Breaking News:

Berita Jatim

Selama Larangan Mudik 2021, Ditemukan 38 Orang Positif Covid-19 di Titik Penyekatan Jawa Timur

Data Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, di titik penyekatan ditemukan 38 orang yang positif virus Corona. Jatim antisipasi lonjakan kasus.

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat rakor dengan Kadinkes dan Kadishub Jatim, termasuk soal vaksinasi, Senin (17/5/2021). 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Adanya larangan mudik Lebaran 2021 ternyata cukup efektif menekan angka pergerakan masyarakat pulang kampung selama Idul Fitri 1442 H

Pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H, selama periode mudik, ada 210 ribu warga yang mudik di Jawa Timur (Jatim) dari total prediksi sebanyak 1,9 juta warga akan mudik, jika tidak ada larangan mudik. 

Dari data Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur yang ketat melakukan penyekatan dan melakukan tes rapid di titik-titik penyekatan larangan mudik, ditemukan ada sebanyak 38 orang yang positif virus Corona ( Covid-19 ). 

Dengan sebaran 9 orang dari Kota Kediri, 7 dari Kabupaten Tuban, 6 dari Kabupaten Ngawi, 4 dari Kabupaten Malang, 4 dari Kabupaten Pasuruan, dan masing-masing 1 dari Kabupaten Ponorogo, Kediri, Bondowoso, Sidoarjo, Madiun, Magetan, Lamongan dan Gresik. 

Mereka dideteksi positif dalam screening Covid-19 yang dilakukan di pos kesehatan di pos-pos penyekatan utama di masa larangan mudik dalam rangka libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 2021. 

Baca juga: Penyekatan di Jatim Berakhir 24 Mei, Sudah Ribuan Kendaraan Terjaring Operasi Ketupat Semeru 2021

“Jadi dari penyekatan yang dilakukan di Jatim dengan 8 titik penyekatan utama, ditemukan ada 38 yang positif Covid-19. Sesuai SOP mereka harus dirawat dan diisolasi di rumah sakit rujukan terdekat, semua sudah dilakukan dengan kewaspadaan,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

Secara khusus dirinya menggelar rakor di Kantor Dishub Jatim bersama Kadishub dan Kadinkes Jatim untuk melakukan koordinasi pasca pemberlakuan larangan mudik Lebaran 2021 ini.

Lebih lanjut ia menegaskan, selama 14 hari hingga 21 hari ke depan harus dilakukan mitigasi dan antisipasi pemantauan ketat yang berganda.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved