Berita Kediri

Penumpang KA Jarak Jauh Daop 7 Madiun Turun 69 Persen di Masa Larangan Mudik, 104 Ditolak Berangkat

PT KAI Daop 7 Madiun berangkatkan 4.263 pelanggan KA Jarak Jauh di masa mudik Lebaran 2021. 104 gagal berangkat karena tak lengkap administrasi.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Hefty Suud
SURYA/DIDIK MASHUDI
Suasana stasiun PT KAI Daop 7 Madiun. 

Reporter: Didik Mashudi | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Selama periode 6-17 Mei 2021, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun telah melayani 4.263 pelanggan KA Jarak Jauh, dimana rata-rata KAI melayani 355 pelanggan per harinya.

Jumlah tersebut turun 69 persen dibanding jumlah pelanggan KA Jarak Jauh pada masa pengetatan pra mudik Lebaran 2021 pada  22 April - 5 Mei, dimana KAI melayani rata-rata 1.134 pelanggan KA Jarak Jauh per hari.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan, masyarakat yang diberangkatkan menggunakan KA Jarak Jauh bukan untuk kepentingan mudik Lebaran 2021.

Orang-orang yang dikecualikan tersebut adalah orang yang memiliki kepentingan untuk bekerja, perjalanan dinas, mengunjungi keluarga sakit, kunjungan duka dikarenakan anggota keluarga meninggal, perjalanan ibu hamil, dan kepentingan non mudik lainnya.

Baca juga: Kisah Para ASN Pemkab Jember yang Tidak Mudik: Libur Lebaran Berasa Libur Biasa

"Seluruh pelanggan kami telah dilakukan verifikasi berkas-berkasnya terlebih dahulu secara cermat dan teliti. Jika tidak lengkap maka tidak akan kami izinkan untuk berangkat," kata Ixfan, Selasa (18/5/2021).

Selama periode 6-17 Mei 2021 terdapat total 104 calon penumpang yang ditolak berangkat dikarenakan berkas-berkas persyaratannya tidak sesuai. 

Rinciannya, 90 orang tidak membawa surat izin perjalanan yang sesuai dan 14 orang tidak membawa berkas surat bebas virus Corona ( Covid-19 ) yang berlaku. 

Perjalanan KA Jarak Jauh pada masa peniadaan mudik dioperasikan untuk menyediakan konektivitas bagi orang-orang yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah. 

"Pada masa peniadaan mudik kereta api yang beroperasi di wilayah Daop 7 Madiun terdapat 6 KA Jarak Jauh per hari. Seluruh operasional kereta api berjalan dengan lancar, aman dan tertib, baik di stasiun maupun di kereta api," ujar Ixfan.

Sementara aturan naik KA Jarak Jauh pada masa pengetatan pasca peniadaan mudik yaitu 18-24 Mei 2021, KAI kembali mengoperasikan KA Jarak Jauh ke berbagai daerah. 

Jumlahnya mencapai rata-rata 144 KA Jarak Jauh per hari dan tiketnya sudah dapat dipesan di aplikasi KAI Access, Web KAI, dan seluruh channel resmi penjualan tiket KAI lainnya.

Sedangkan yang beroperasi melalui wilayah Daop 7 Madiun terdapat 14 KA, diantaranya KA Bima, Gajayana, Sritanjung, Kahuripan, Logawa, Ranggajati, Argo Wilis, KLB Pasundan, Wijayakusuma, Matarmaja, Gaya Baru Malam Selatan, Bangunkarta, Mutiara Timur dan Kertanegara. 

Baca juga: Dukung Larangan Mudik, PT KAI Daop 7 Madiun Dukung Upaya Pemerintah Memutus Rantai Sebaran Covid-19

Pelanggan KA Jarak Jauh tidak perlu lagi menyertakan surat izin perjalanan, namun masih harus melampirkan surat keterangan bebas Covid-19 berupa surat keterangan negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau GeNose C19 yang diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam.

Untuk membantu melengkapi syarat surat bebas Covid-19 tersebut, KAI menyediakan layanan Rapid Test Antigen seharga Rp 85.000 di 42 stasiun dan pemeriksaan GeNose C19 seharga Rp 30.000 di 54 stasiun.

"KAI mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi aturan dan persyaratan yang ditetapkan selama masa peniadaan mudik. Terus terapkan protokol kesehatan secara konsisten dan disiplin untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” harapnya.

Berita tentang Kediri

Berita tentang PT KAI Daop 7 Madiun

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved