Breaking News:

Berita Lumajang

'Sekarat', Pengelola Wisata Desak Bupati Lumajang Buka Penutupan Wisata pada Libur Lebaran

Merasa aturan membuat mereka 'sekarat,' pengelola wisata mendesak bupati Lumajang untuk membuka penutupan wisata pada libur Lebaran 2021.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/TONY HERMAWAN
Suasana pengunjung di wisata Ranu Klakah Lumajang, Minggu (27/12/2020). 

Reporter: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Ditutupnya seluruh tempat wisata di Lumajang selama tiga pekan untuk mencegah penularan Covid-19 (virus Corona) menuai banyak kontra.

Terutama para pelaku pariwisata.

Mereka menilai aturan tersebut membuat mereka sekarat.

Sebab, sebelum libur Lebaran datang, banyak pelaku wisata yang mematangkan kesiapan menyambut pengunjung.

Tidak hanya itu, pedagang di masing-masing lokasi wisata juga ikut menyiapkan kebutuhan untuk berdagang, untuk menyambut pengunjung.

Sekretaris Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Mufidun Alamin mengatakan, cukup banyak strategi yang diciptakan dalam menyambut pengunjung ketika libur Lebaran.

Bahkan di desanya, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) membuka wahana baru untuk melengkapi destinasi yang tersedia.

“Kami mematuhi kebijakan pemerintah. Bahkan kami sudah siap membuka wisata dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Tapi yang kami sesalkan kenapa kok tiba-tiba ada pemberitahuan tidak boleh dibuka," keluhnya, Selasa (18/5/2021).

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Suhanto membenarkan banyak kepala desa yang mengaku keberatan mengenai penutupan lokasi wisata mulai 13 Mei hingga 23 Mei 2021 tersebut.

Baca juga: Operasi Ketupat Semeru 2021 Berakhir, Polres Lumajang Tetap Sekat Perjalanan Luar Kota Hingga 23 Mei

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved