Breaking News:

Israel Serang Palestina

Terjawab Alasan Israel dan Palestina Sulit Damai, Ketegangan Terus 'Memanas', Dosen Bahas 3 Faktor

Memanasnya suhu konflik Israel-Palestina ini ternyata dipicu berbagai faktor dan alasan. Apa saja faktornya?

Editor: Arie Noer Rachmawati
AFP PHOTO/MAHMUD HAMS
Muslim Palestina ketika melakukan Salat Idul Fitri di luar bangunan yang hancur terkena serangan udara Israel di kawasan Beit Lahia, Gaza pada 13 Mei 2021. 

Konflik antara penjajah dan dijajah yang mengharuskan adanya janji kemerdekaan pun tidak pernah ada.

Sebab, Israel tidak pernah menjanjikan kemerdekaan, tetapi otoritas terbatas.

Baca juga: Marah Besar Jurnalis ke Israel, 2 Detik Kantor Lenyap Dihantam 3 Rudal, Tak Akan Diam: Tuhan itu Ada

3. Minimnya dukungan Liga Arab

Mutiah mengatakan, minimnya dukungan dari Liga Arab dikarenakan adanya kepentingan masing-masing, sehingga membuat mereka terpecah.

"Misalnya Mesir yang terobsesi Jalur Gaza dan Sinai tetap miliknya. Yordania menghendaki West Bank miliknya. Jadi negara arab yang tidak bersatu itu menyulitkan penyelesaian konflik," ujar dia.

Selain kepentingan, Liga Arab sudah banyak menghadapi konflik internal yang terjadi di setiap anggotanya.

Misalnya, Arab Saudi dengan Yaman dan Suriah yang menyelesaikan perang saudara berkepanjangan.

Sementara itu, Uni Emirat Arab dan Bahrain secara resmi menjalin hubungan diplomatik dengan Israel belum lama ini.

"Liga Arab penuh masalah, tidak bisa kita harapkan menyelsaikan masalah Palestina ini," pungkas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 3 Alasan Mengapa Konflik Israel-Palestina Sulit Didamaikan

Baca update berita Israel serang Palestina

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved