Breaking News:

Berita Jember

Perolehan Darah PMI Jember Selama Ramadan di Pandemi Tahun Kedua Turun

Perolehan darah selama Ramadan 1442 H/2021 oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember turun hingga 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Hums PMI Jember
Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki (berdiri pegang mic) saat mengukuhkan Desa Karangduren sebagai desa kedua Kampung Donor Darah di Jember, Jumat (16/4/2021) malam. 

Penulis : Sri Wahyunik | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Perolehan darah selama Ramadan 1442 H/2021 oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember turun hingga 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pandemi Covid-19 tahun kedua ini rupanya berdampak terhadap perolehan darah selama kegiatan donor darah di Bulan Ramadan.

Demikian hasil evaluasi PMI Jember terkait perolehan darah di Bulan Ramadan 1442 H. Perolehan darah hanya mencapai 3.465 kantong. Padahal saat Ramadan 1441 H tahun 2020 lalu kegiatan donor darah yang juga saat pandemi Covid-19 masih mendapatkan 6.158 kantong.

Penurunan perolehan darah tidak hanya terjadi di Kabupaten Jember saja, namun hampir di sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Timur juga mengalami kemerosotan jumlah perolehan darah dari kegiatan donor darah.

"Hasil perolehan darah dari kegiatan donor darah selama Ramadan 1442 H tahun ini memang turun jauh,” ujar Ketua PMI Jember EA Zaenal Marzuki, Rabu (19/5/2021).

Meski merosot, lanjut Zaenal, stok darah hasil donor darah selama Ramadan mampu mencukupi kebutuhan darah pasien yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Jember. Stok darah itu antara lain dipakai oleh pasien di RSD dr Soebandi Jember, rumah sakit rujukan dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur bagian timur.

Ada sejumlah faktor penyebab turunnya perolehan darah tersebut, antara lain perolehan darah di semua tempat kegiatan donor darah memang turun, juga antusiasme warga dalam berdonor juga berkurang.

Baca juga: PMI Jember Dorong Adanya Kampung Donor Darah, Kebutuhan Ramadan 2021 Diprediksi Capai 6.000 Kantong

“Informasi yang kami terima di daerah yang lain juga sama, adanya penurunan perolehan darah selama Ramadan. Saya menilai ini fenomena umum di Indonesia, termasuk di Jember dan sekitarnya,” imbuhnya.

Zaenal bersyukur meski perolehan darah menurun, tidak sampai terjadi kekosongan stok selama Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 1442 H hingga hari ketujuh Lebaran.

“Yang penting kebutuhan pasien terlayani semua. Memang ada informasi ada yang butuh darah di media sosial, dan setelah dikomunikasikan dengan UDD PMI juga bisa terlayani,” katanya kepada TribunJatim.com.

Dia memperkirakan, saat Ramadan 1441 tahun lalu, relawan pendonor berbondong-bondong ambil bagian dalam kegiatan donor darah. Sebab, pada awal pandemi stok darah di UDD PMI sangat tipis. Bahkan, ada info di daerah pasuruan sampai habis. Melihat itu, akhirnya para relawan aktif dalam kegiatan donor darah.

Berbeda dengan Ramadan 1442 tahun ini. Tidak ada publikasi tentang menipisnya stok darah. Sehingga, para relawan pendonor menilai stok darah yang ada mampu memenuhi kebutuhan pasien.

Zaenal berharap setelah selesainya masa Lebaran Idul Fitri, warga aktif berdonor darah kembali.

Berita tentang PMI Jember

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved