Breaking News:

KPK OTT Bupati Nganjuk

DPRD Nganjuk Belum Tentukan Sikap Soal Desakan Pencopotan Gambar Bupati Novi di Baliho: Sabar

DPRD Nganjuk belum tentukan sikap soal desakan pencopotan gambar Bupati Novi di berbagai baliho: kami mengharap masyarakat bersabar.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, Kamis (20/5/2021). 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - DPRD Nganjuk belum berani menentukan sikap terkait masih terpasangnya gambar Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat di sejumlah baliho dan spanduk sosialisasi kegiatan Pemkab Nganjuk.

Meskipun sekarang ini Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri terkait dugaan korupsi praktik jual beli jabatan dan pengisian perangkat desa.

Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono mengatakan, DPRD sebagai wakil rakyat saat ini serba repot menyikapi gambar Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat yang masih terpasang di berbagai tempat di Kabupaten Nganjuk.

Karena bagaimanapun DPRD Nganjuk mengedepankan sikap praduga tidak bersalah dari Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat.

"Tetapi kami juga banyak mendapat masukan dari masyarakat yang mendesak mencopot baliho dan spanduk bergambar Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat. Dan itu secara etika memang bisa dimengerti adanya desakan seperti itu, karena memang tidak pantas kalau terus dipasang," kata Tatit Heru Tjahjono, Kamis (20/5/2021).

Secara administrasi hukum, dikatakan Novi Rahman Hidhayat, dengan belum adanya keputusan inkracht (kekuatan hukum tetap) maka belum dibolehkan melakukan tindakan yang bisa merugikan pihak diduga bersalah seperti pencopotan gambar di baliho atau spanduk Pemkab Nganjuk tersebut.

Baca juga: MAPAK Desak Pemkab Copot Baliho dan Spanduk Bergambar Bupati Nganjuk yang Terkena OTT KPK

Dengan demikian, pihaknya memilih untuk membiarkan terlebih dahulu gambar bupati Nganjuk yang terpasang di baliho dan spanduk sosilaisasi kegiatan Pemkab Nganjuk.

"Untuk itu, kami mengharap masyarakat bersabar, meski itu tidak enak, demi kebaikan semuanya di Kabupaten Nganjuk yang sedang prihatin saat ini dengan adanya kasus tersebut," ucap Tatit Heru Tjahjono.

Sejumlah baliho kegiatan Pemkab Nganjuk dan sosialisasi program pembangunan Pemkab Nganjuk bergambar Bupati Novi Rahman Hidhayat yang masih ada di sejumlah titik lokasi di Kota Nganjuk, Kamis (20/5/2021).
Sejumlah baliho kegiatan Pemkab Nganjuk dan sosialisasi program pembangunan Pemkab Nganjuk bergambar Bupati Novi Rahman Hidhayat yang masih ada di sejumlah titik lokasi di Kota Nganjuk, Kamis (20/5/2021). (TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ)

Meski demikian, tambah Tatit Heru Tjahjono, pihaknya akan melakukan konsultasi ke Biro Hukum Provinsi Jatim dan Kemendagri terkait persoalan gambar Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat yang terkena OTT KPK dan Bareskrim Polri. Apakah boleh diturunkan atau tetap dibiarkan begitu menunggu adanya keputusan hukum tetap atas kasus yang menjerat bupati Nganjuk.

"Persoalan ini memang sepele, tapi risiko dan implikasinya cukup luas bila kita tidak hati-hati dalam bertindak dan bersikap," tutur Tatit Heru Tjahjono.

Berita tentang Kabupaten Nganjuk

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved