Breaking News:

Berita Mojokerto

Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Kabupaten Mojokerto Akan Dimulai 24 Mei 2021, Berikut Teknisnya

Pemerintah Kabupaten Mojokerto memperbolehkan  kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah tingkat TK, SD dan SMP dalam situasi Pandemi Covid-19

Penulis: Moh Rivai | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Doni
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam rapat kerja penentuan Pembelajaran Tatap Muka di sekolah. 

Reporter: Mohammad Romadoni I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto memperbolehkan kegiatan Pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tingkat TK, SD dan SMP dalam situasi Pandemi Covid-19.

Rencananya kegiatan pembelajaran PTM di sekolah tersebut akan dimulai pada Senin 24 Mei 2021 pekan depan.

Pelaksanaan pembelajaran PTM ini telah berdasar Surat Keputusan Bersama empat Menteri (Mendikbud, Mendagri, Menkes, Menag) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Sekaligus atas persetujuan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati bersama Satgas Covid-19 dan Dinas Pendidikan sesuai hasil rapat terbatas di ruang SBK, Rabu (19/5/2021).

"Anak-anak bisa masuk sekolah mulai Senin depan, mereka akan sekolah kurang lebih satu minggu karena masuk cuma tiga hari (Sistem shifting) sebentar lagi ujian lalu libur lagi. Maka awasi terus sehingga ujian di sekolah bisa dilaksanakan," ucap Ikfina, Rabu (19/5).

Ikfina mengatakan syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan PTM adalah pendidik dan tenaga kependidikan sudah divaksin Covid-19.

Apalagi, pendidik dan tenaga kependidikan di Kabupaten Mojokerto (jenjang Dikdas/PAUD-Dikmas) telah vaksin tahap pertama dan kedua pada 27 April 2021.

Sedangkan, belum divaksin tercatat sebanyak 323 (Komorbid dan Hamil) dan 794 dalam usulan ke Dinas Kesehatan.

"Kalau ada pendidik dan tenaga kependidikan belum divaksin karena komorbid dan hamil tidak diperkenankan terlibat PTM. Namun bisa ikut pembelajaran daring karena PTM bisa dilakukan secara kombinasi," jelasnya. 

Kepala Dinas Pendidikan, Zainul Arifin menambahkan mekanisme PTM telah diatur menjadi dua yaitu masa transisi dan masa adaptasi, kebiasaan baru dua bulan setelah masa transisi.

Pada masa transisi jenjang Dikdas peraturannya yaknib PTM dimulai setelah PTK sudah divaksin dengan sistem shift maksimal 50 persen dari jumlah rombongan belajar.

Kemudian, shift satu dibagi menjadi setengah yakni Rombel kelas 1-6 atau kelas 7-9 masuk sekolah pada Senin, Rabu dan Jumat dan pembelajaran Daring pada Selasa, Kamis dan Sabtu. 

Selanjutnya, shift 2 dari Rombel kelas 1-6 atau kelas 7-9 pembelajaran PTM di sekolah pada Selasa, Kamis dan Sabtu yang dikombinasikan pembelajaran Daring pada Senin, Rabu dan Jumat.

"Guru fokus pada pembahasan materi pelajaran saat PTM sedangkan pembelajaran di rumah fokus pada penugasan dan jam belajar juga diperpendek sekaligus menghilangkan waktu istirahat untuk menghindari kerumunan," paparnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved