Breaking News:

Berita Gresik

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Mahasiswa di Gresik Aksi Bela Palestina

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Gresik (ARG) memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dengan menggelar aksi solidarita

TribunJatim.com/ Willy Abraham
Masyarakat Gresik gelar aksi bela Palestina 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Gresik (ARG) memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dengan menggelar aksi solidaritas dukungan bagi rakyat Palestina, Kamis (20/5/2021).

Para mahasiwa juga menuntut Presiden Jokowi harus bersikap tegas atas kejahatan Israel terhadap Palestina dan hentikan bentuk kerja sama apapun dengan imperialisme AS, dan terakhir usir Israel dari jalur Gaza.

Aksi yang berlangsung hingga 3 jam itu sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Massa aksi yang diikuti tiga organisasi, antara lain Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik, SPBI-KASBI dan Gepal Gresik membubarkan diri secara damai.

Para mahasiswa ini mengecam tindakan brutal yang dilakukan oleh militer Israel terhadap warga Palestina. Apalagi berdasarkan otoritas kesehatan, jumlah korban jiwa akibat serangan Israel terhadap Palestina sudah mencapai 212 orang. Diantaranya 61 merupakan anak-anak dan 36 orang merupakan perempuan, dan jumlah korban yang mengalami luka-luka mencapai 1.500 orang lebih.

Baca juga: Serasinya Ustaz Abdul Somad dan Fatimah AzZahra, Sama-sama Hafidz dan Hafidzoh

Pantauan di lapangan, massa aksi itu menyasar Kantor DPRD Gresik dan Pemkab Gresik. Selain melakukan orasi politiknya, mahasiswa juga membentangkan spanduk protes. Salah satunya bertuliskan, "Hentikan agresi Israel yang didukung imprealisme AS".

Korlap Aksi Ilham Ardiansyah menuntut agar pemerintah Indonesia mendesak PBB supaya mengentikan serangan Israel ke rakyat Palestina. Pihaknya juga meminta Jokowi agar memutus kerjasama dengan Amerika Serikat karena dianggap mendukung berdirinya negara Yahudi.

"Jokowi, sama sekali tidak meminta atau mendesak Israel untuk menghentikan serangannya terhadap Palestina, tidak pula mengecam atau meminta AS dan Negara-negara Imperlias lainnya untuk menghentikan dukungannya terhadap Israel, tetapi Jokowi hanya mendesak PBB untuk mengambil langkah penghentian agar kekerasan tidak meluas," tegasnya.

Pihaknya menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina untuk membela tanah air, serta kedaulatanya sudah tepat. Karena kebebasan penuh Palestina adalah salah satu bagian perwujudan menuju perdamaian sejati di Timur Tengah. Ditambah konflik dua negara itu sejatinya bukan soal agama melainkan perluasan ekonomi dan perebuatan wilayah.

Adapun beberapa tuntutan yang dibawa oleh mahasiwa. Antara lain, Hentikan serangan Israel dalam bentuk apapun terhadap rakyat Palestina, Pemerintah Israel dan mperialisme AS harus bertanggung jawab atas serangan dan penderitaan rakyat Palestina.

"Lalu Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus bertindak tegas terhadap israel yang telah melakukan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM terhadap rakyat Palestina," terangnya. (wil)

Kumpulan berita Gresik terkini

Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved