Produk Edamame Hasil Bumi Jawa Timur Milik PT ANJ Sukses Tembus Pasar Jepang

Produk edamame hasil bumi Jawa Timur milik PT ANJ sukses tembus pasar Jepang. Berpotensi jadi komoditas unggulan ekspor Indonesia.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Proses sorting edamame beku hasil produksi PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) sebelum pengemasan, 2021. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kacang kedelai yang masih berada di dalam polongnya atau biasa disebut edamame ternyata sangat berpotensi menjadi komoditas unggulan ekspor Indonesia.

Di Jawa Timur sendiri, edamame produksi PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) yang ditanam di tanah (bumi) Jember telah berhasil menembus pasar Jepang.

ANJ telah memulai bisnis sayuran sejak tahun 2015 melalui anak perusahaannya PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) yang berlokasi di Jember, Jawa Timur.

Sementara GMIT saat ini membudidayakan dan memproduksi edamame, sejenis kacang-kacangan yang memiliki protein dan antioksidan tinggi.

ANJ berkerja sama dengan Asia Foods Group telah memulai ekspor edamame beku, ditandai dengan pengiriman sebesar 21 ton ke pasar Jepang pada akhir April 2021 yang lalu.

Asia Foods Group yang berpengalaman di bidang pengolahan dan penjualan edamame beku, merupakan salah satu pelaku utama di pasar ekspor edamame seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan saat ini sedang menjajaki pasar Eropa.

COO Asia Foods Group, Koji sapaan akrab Lin Chu Hong mengatakan, Indonesia memiliki iklim tropis yang sangat cocok untuk budi daya edamame.

"Saya sangat yakin melalui pengalaman serta jaringan klien di beberapa negara, kami mampu membawa GMIT ke tingkat yang lebih tinggi dalam model bisnis pertanian yang berkelanjutan, serta mendorong kami untuk memimpin industri ini di masa depan," ujar Koji kepada TribunJatim.com, Kamis (20/5/2021).

Koji menambahkan, pihaknya bangga dapat berinvestasi dan berbisnis di Indonesia serta berkolaborasi dengan ANJ melalui GMIT untuk mencapai impian bersama.

Baca juga: Khofifah Akan Terbitkan Larangan Ekspor ‘Katak’ Porang, Ajak Masyarakat Galakkan Tanam Porang

Dalam kerja sama dengan ANJ, Asia Foods Group berbagi pengetahuan teknis, termasuk dalam pendirian pabrik pembekuan edamame dan ekspansi pasar di wilayah Asia Pasifik.

Sementara itu, Presiden Direktur GMIT, Erwan Santoso mengatakan, Jepang merupakan negara tujuan ekspor yang sangat memperhatikan food safety (keamanan pangan) di samping food quality (mutu pangan) sehingga traceability (ketertelusuran) untuk setiap pangan yang diedarkan menjadi persyaratan yang harus dipenuhi.

Dalam hal ini, edamame yang diekspor pun harus memiliki kualitas yang baik.

Menurutnya, terdapat berbagai tingkatan kualitas edamame.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved