Breaking News:

Berita Madiun

Kasus Meninggal Akibat Covid-19 Tertinggi di Jatim, Polres Madiun Ajak 'Pocong' Bagikan Masker 

Anggota Satlantas Polres Madiun melakukan sosialisasi protokol kesehatan dengan cara unik. Seorang pria mengenakan berkostum pocong berdiri di

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Rahadian Bagus
'Pocong' di Madiun ikut sosialisasikan protokol kesehatan 

Reporter: Rahadian Bagus | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Anggota Satlantas Polres Madiun melakukan sosialisasi protokol kesehatan dengan cara unik. Seorang pria mengenakan berkostum pocong berdiri di perempatan exit Tol Dumpil sambil membawa poster imbauan protokol kesehatan.

Pocong ini juga membagikan masker kepada sejumlah pengendara yang tidak mengenakan masker, sambil mengingatkan ancaman Virus Covid-19 masih ada, sehingga harus tetap disiplin prokes.

Selain pocong, dua anggota Satlantas Polres Madiun juga menenteng keranda mayata berisi pocong. Di bagian luar keranda terdapat poster bertuliskan "Korban Covid-19".

Ada juga petugas yang membawa poster bertuliskan "Virus Corona Belum Berakhir". Bahkan muncul varian baru, yakni Varian B117, Varian B1351, Varian B1617 dengan gejala sakit kepala, ruam pada kulit, nyeri otot, perubahan warna pada jari tangan dan kaki, kelelahan dan merasa lesu, mual hingga pusing, mata merag, radang tenggorokan diare.

Baca juga: Ponorogo Geger, Pulang dari Sawah, Suami Histeris Saat Tahu Kondisi Istrinya, Seketika Teriak

Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Ari Bayuaji mengatakan, saat ini jumlah pasien Covid-19 yang masih dirawat di Kabupaten Madiun per Kamis (20/5/2021) sebanyak 147 orang. Jumlah tersebut tertinggi di seluruh wilayah di Jawa Timur.

Selain itu, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal di Kabupaten Madiun juga terbanyak di wilayah Jawa Timur, yakni sebanyak 216 orang. Sedangkan jumlah total kasus Covid-19 di Kabupaten Madiun sebanyak 3411 kasus.

"Jadi jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Madiun ini tertinggi di Jawa Timur, yakni 216 orang. Dan jumlah orang yang tertular trendnya terus naik, makanya penting untuk mengingatkan kepada masyarakat, agar patuh dan disiplin protokol kesehatan," kata Ari, saat ditemui di lokasi.

Ia menuturkan, sengaja menggelar semacam teatrikal dengan pocong dan keranda mayat agar warga ingat bahwa Virus Covid-19 berbahaya hingga dapat mengakibatkan kematian.

"Ya, supaya masyarakat sadar akan bahaya virus Covid-19 ini, apalagi saat ini muncul varian baru yang berbahaya. Jangan sampai peristiwa di India terjadi di negara kita, gara-gara masyarakat abai dan tidak mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.

Dia menambahkan, sosialisasi protokol kesehatan akan digelar selama tiga hari, yakni 21 Mei hingga 23 Mei di perbatasan Kabupaten Madiun, dan exit Tol Dumpil.

Ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Kabupaten Madiun agar disiplin protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 belum berakhir. (rbp)

Kumpulan berita Madiun terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved