Breaking News:

Berita Nganjuk

Perwakilan Warga Desa di Nganjuk Adukan Dugaan Pemotongan BST Covid-19 Ke Kejari

Terjadinya dugaan pemotongan bantuan sosial tunai (BST) warga terdampak covid-19 di salah satu Desa di Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk diadukan

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Achmad Amru Muiz
Perwakilan warga di Nganjuk adukan soal adanya dugaan pemotongan BST Covid-19 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Terjadinya dugaan pemotongan bantuan sosial tunai (BST) warga terdampak covid-19 di salah satu Desa di Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk diadukan ke Kejaksaan Negeri Nganjuk.

Ini setelah dugaan praktek pemotongan BST yang diterima warga dan dilakukan oleh oknum RT atas instruksi oknum salah satu perangkat Desa tersebut dengan alasan pemerataan dicurigai sebagai rekayasa saja.

Kuasa Hukum Perwakilan Warga salah satu Desa di Kecamatan Bagor, R Wahyu Prasetyo mengatakan, pihaknya telah memasukkan laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat ke Kejaksaan Negeri Nganjuk dengan disertai sejumlah bukti awal terjadinya dugaan pemotongan BST tersebut.

"Kami berharap dari laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat yang kami kirimkan tersebut bisa ditindaklanjuti penyidik Kejari Nganjuk. Karena dugaan pemotongan BST itu telah meresahkan dan merugikan warga penerima karena nilai penyaluran bantuan tidak utuh," kata R Wahyu Prasetyo, Jumat (21/5/2021).

Dijelaskan Wahyu Prasetyo, praktek dugaan pemotongan BST bagi warga terdampak covid-19 tersebut terjadi pada tahun 2020. Dimana modusnya dengan meminta 50 persen dari nilai BST dengan alasan untuk pemerataan bagi warga yang tidak menerima BST dampak covid-19. Apabila warga penerima BST menolak pemotongan maka untuk berikutnya diusulkan tidak mendapatkan BST kembali.

"Tentunya hal itu membuat warga penerima BST dengan terpaksa menyetujui pemotongan tersebut agar tetap mendapatkan BST tahap berikutnya," ucap Wahyu Prasetyo.

Hanya saja, ungkap Wahyu Prasetyo, untuk membuktikan apakah dugaan pemotongan BST oleh oknum RT atas instruksi oknum perangkat Desa tersebut benar atau tidak pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kejaksaan Negeri Nganjuk dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang dimasukkanya tersebut.

Baca juga: Ponorogo Geger, Pulang dari Sawah, Suami Histeris Saat Tahu Kondisi Istrinya, Seketika Teriak

"Kamipun beharap pengaduan masyarakat tersebut bisa segera ditindaklanjuti Kejari Nganjuk dengan penyelidikan yang cepat dan profesional. Dan kami nanti akan mempertanyakan perkembangan tindaklanjut pengaduan tersebut sebulan kedepan," tandas Wahyu Prasetyo.

Sedangkan Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, Suprapto menyesalkan bila dugaan terjadinya pemotongan BST yang diterima warga salah satu Desa di Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk itu benar adanya. Karena bagaimanapun, tindakan pemotongan BST covid-19 tersebut telah merugikan negara apapun alasanya. Ini dikarenakan Pemerintah memberikan BST kepada warga kurang mampu tersebut untuk meringankan beban mereka karena Pandemi Covid-19.

"Kami minta aparat penegak hukum bisa secepatnya menindaklanjuti pengaduan masyarakat tersebut untuk Kabupaten Nganjuk bebas korupsi," kata Suprapto yang juga politisi Partai Gerindra Nganjuk tersebut.

Sementara Humas Kejari Kabupaten Nganjuk belum dapat dikonfirmasi terkait adanya laporan pengaduan masyarakat dari salah satu Desa di Kecamatan Bagor atas terjadinya dugaan pemotongan BST covid-19 tersebut. (aru/Achmad Amru Muiz)

Kumpulan berita Nganjuk terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved