Breaking News:

Berita Probolinggo

Polres Probolinggo Tak Melanjutkan Kasus Lempar Nasi Sotoke Kiai Ponpes Zainul Hasan Genggong

Beberapa hari ini warga Probolinggo dibuat gempar. Kiai Ahsan Qomaruz Zaman pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan dilempar nasi soto oleh or

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Yoni Iskandar
tony hermawan/Tribunjatim
Kapolres Probolinggo, Ferdy Irawan bersama Kiai Ahsan Qomaruz Zaman ketika berada di Halaman Mapolres Probolinggo, Jumat (21/5/2021). 

Reporter : Tony Hermawan | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Polres Probolinggo menangkap M Hasanudin (28). Pria yang merupakan warga Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo itu diamankan setelah melempar nasi soto ke Kiai Ahsan Qomaruz Zaman pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan.

Beberapa hari ini warga Probolinggo dibuat gempar. Kiai Ahsan Qomaruz Zaman pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan dilempar nasi soto oleh orang tak dikenal.

Kasus itu pun langsung ditangani Polres Kabupaten Probolinggo. Setelah dijalankan pemeriksaan pelaku diketahui yakni Hasanudin (28) warga Desa Brabe Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.

Namun, setelah diperiksa terdapat kesimpulan bahwa kasus ini tidak dapat berlanjut ke meja hijau. Pasalnya, pelaku merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan mengungkapkan, sudah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan oleh berbagai pihak terkait pelaku pengintimidasian yang berusaha menyerangkan korban.

"Dari kepolisian dan pihak dokter menyatakan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa yang membuat kasus tidak bisa dilanjutkan," ucapnya di konferensi pers pada (21/5/2021).

Baca juga: Pelaku Pelemparan Soto ke Kiai Ponpes Zainal Hasan Genggong Akan Dibawa ke RS Lawang

Menurutnya pelaku mengalami gangguan jiwa tidak hanya diketahui sekarang. Sebelumnya, dari pihak keluarga juga mengkonfirmasi bahwa sempat dilakukan pemeriksaan yang cukup rutin di RS Jiwa di Lawang Kabupaten Malang terkait psikologis yang bersangkutan.

"Tidak hanya itu, pengakuan tetangga korban juga sama, bahwa pelaku sering terlihat gangguan mental," terangnya.

Di sisi lain Ferdi juga menyampaikan, rilis kasus ini perlu diadakan sebab belakangan tersiar kabar bahwa pelaku merupakan salah satu anggota dari aliran sesat.

"Kami luruskan ada yang mengaitkan pelaku merupakan anggota dari kelompok aliran-aliran tertentu, hal itu tidak benar. Pelaku memang mengalami gangguan mental," pungkasnya kepada TribunJatim.com.

Berita tentang  Ponpes Zainul Hasan

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved