Breaking News:

Berita Jember

Ribuan Warga Jember Jadi Pahlawan Devisa, Pemkab Ingin Buat Sistem Monitoring

Lebih dari seribu warga Kabupaten Jember terdata sebagai pekerja migran. Mereka bekerja di sejumlah negara, seperti Malaysia, Taiwan, Hongkong, Singap

TRIBUNJATIM.COM/SRI WAHYUNIK
Bupati Jember, Hendy Siswanto dan Wabup Jember, KH M Balya Firjaun Barlaman saat apel hari pertama kerja setelah libur Lebaran, Senin (17/5/2021). 

Reporter: Sri Wahyunik I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Lebih dari seribu warga Kabupaten Jember terdata sebagai pekerja migran. Mereka bekerja di sejumlah negara, seperti Malaysia, Taiwan, Hongkong, Singapura, juga Arab Saudi.  

Bupati Jember Hendy Siswanto menyebut ada 1.143 warga Jember yang bekerja di luar negeri atau sebagai pekerja migran.

"Berdasarkan data saat ini 1.143 orang warga Jember yang bekerja di luar negeri. Mereka adalah pahlawan devisa," ujar Hendy, Kamis (20/5/2021).

Melihat banyaknya warga Jember yang menjadi pekerja migran, Pemkab Jember bakal membuat sistem monitoring daring.

Hendy memberi gambaran sistem tersebut nantinya bakal bisa diakses oleh pekerja migran, juga keluarganya.

"Pekerja migran yang berada di luar negeri ini tentunya kan butuh informasi tentang Jember, juga berkomunikasi dengan keluarga. Juga mengabarkan kondisi, dan kegiatan mereka," ujar Hendy.

"Aplikasi ini nantinya juga ada layanan jika terjadi kekerasan apa yang harus dilakukan. Pemkab juga bisa memonitor kawan-kawan pekerja migran ini,"imbuhnya.

Gagasan tersebut sudah disampaikan Bupati Hendy ketika menerima kunjungan anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur awal pekan ini.

Karenanya, dia meminta dukungan dari KOmisi E DPRD Provinsi Jawa Timur untuk mewujudkan sistem monitoring tersebut.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved