Breaking News:

Berita Nganjuk

Dalam Sebulan, 15 Persen Permohonan Adminduk Online di Dispendukcapil Nganjuk Ditolak

Dalam sebulan, 15 persen permohonan adminduk secara online di Dispendukcapil Nganjuk ditolak. Data kurang jelas jadi alasan.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tim teknis Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk saat peningkatan program layanan adminduk secara online, Minggu (23/5/2021). 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Sebulan diluncurkan, jumlah pemohon layanan administrasi kependudukan (adminduk) secara online Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Nganjuk mencapai 1.773 permohonan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 259 permohonan atau sebesar 15 persen ditolak.

Hal itu karena data kurang jelas dan belum bisa memenuhi syarat layanan online adminduk.

Plt Kepala Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki mengatakan, bagi pemohon layanan adminduk secara online yang ditolak tetap diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan.

Bila dirasa telah lengkap dan sempurnya, maka bisa kembali diajukan permohonan adminduk yang dibutuhkan.

"Yang pasti, kami akan selalu membantu dan memberikan layanan kepada masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan adminduk secara online," kata Slamet Basuki, Minggu (23/5/2021).

Dijelaskan Slamet Basuki, dari total jumlah pemohonan layanan adminduk online tersebut, sebanyak 479 atau sebesar 27 persen dilakukan secara mandiri oleh pemohon, sebanyak 1.292 atau sekitar 73 persen permohonan layanan adminduk dilakukan melalui kecamatan.

Baca juga: Sebanyak 27.744 Orang di Kabupaten Nganjuk Telah Divaksin Covid-19, Mulai Nakes Hingga Lansia

Permohonan terbanyak adminduk online dari Kecamatan Tanjunganom sebanyak 225, dari Kecamatan Baron sebanyak 162 permohonan, dan dari Kecamatan Kertosono sebanyak 148.

"Tiga kecamatan tersebut memang mendominasi permohonan layanan adminduk dari 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk," ucap Slamet Basuki.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved