Breaking News:

Berita Mojokerto

Jelang Waisak, Tradisi Membersihkan Rupang Budda Mahaparinibanna di Trowulan Mojokerto

Sejumlah umat budhis bersama masyarakat gotong-royong membersihkan Rupang/ Patung Budda Tidur di kawasan Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Yoni Iskandar
mohammad romadoni/surya
pembersihan rupang Budda Mahaparinibanna di Trowulan Mojokerto 

Reporter : Mohammad Romadoni | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sejumlah umat budhis bersama masyarakat gotong-royong membersihkan Rupang/ Patung Budda Tidur di kawasan Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Pembersihan patung Budda Tidur merupakan tradisi saban tahun yang merupakan rangkaian kegiatan menjelang Tri Suci Waisak 2565 BE/2021.

Upasaka Pandhita Dhammapalo, Saryono menjelaskan pembersihan rupang
Budda Mahaparinibanna (Pali) atau Mahaparinirwana (Sansekerta) yang dikenal sebagai patung Budda Tidur ini merupakan rangkaian kegiatan menjelang peringatan Waisak yang akan dilaksanakan pada Rabu (26/5/2021) pekan depan.

"Persiapan yang kami lakukan salah satunya adalah pembersihan rupang Mahaparinibanna atau rupang Budda Tidur rutin menjelang peringatan Waisak," katanya kepada TribunJatim.com, Minggu (23/5/2021).

Dia mengatakan proses membersihkan Patung Budda Tidur dengan panjang 22 meter, lebar enam meter dan tinggi 4,5 meter ini melibatkan sepuluh orang dari umat budhis bersama warga setempat. Pengunjung wisata juga diperbolehkan turut berpartisipasi saat membersihkan Rupang Budda Mahaparinibanna ini.

Baca juga: Jelang Tahun Baru Imlek 2571, Umat Tridharma Lakukan Ritual Mandi Rupang di Klenteng Hong San Ko Tee

Pembersihan dilakukan secara khusus dan bertahap yaitu mengguyurkan air dan sabun diseluruh bagian yang dimulai pada pukul 07.15 WIB.

Setelah menunggu beberapa saat kemudian disiram air bunga dan kembali dibilas air hingga bersih. Prosesi pembersihan rupang Budda Mahaparinibanna ini rampung sekitar pukul 11.00 WIB.

Kegiatan selanjutnya yakni pemasangan bendera, payung dan perlengkapan lain di dalam Maha Vihara yang akan digunakan dalam pelaksanaan Waisak mulai dari Pradaksina maupun Pujabakti.

"Pembersihan rupang Budda Mahaparinibanna ini terpenting mempunyai niat, selain terlihat bersih secara luarnya namun secara dalamnya arti pembersihan ini juga merupakan untuk membersihkan batin kita,"
ucap UP.Saryono.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved