Breaking News:

Berita Madura

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Nostalgia Petik Cabai Rawit Bersama Ibunda di Kebun

Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Syafiuddin, sedang bernostalgia menjadi petani cabai di desanya, Tagengser Laok, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Kuswanto Ferdian
Wakil Ketua DPRD Pamekasan petik cabai rawit 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Syafiuddin, sedang bernostalgia menjadi petani cabai di desanya, Tagengser Laok, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Momen itu, ia unggah di akun Facebook miliknya Syafiuddin Didin, Selasa (25/5/2021) sekitar pukul 08.00 WIB.

Dalam postingan di akun FB pribadinya, Syafiuddin mengunggah 7 foto.

Foto itu menggambarkan suasana ketika dirinya memetik cabai rawit bersama sang Ibunda, Nur Baiti Jannati di tengah kebun cabai.

Pria yang juga menjabat Ketua GP Ansor Pamekasan ini mengaku masih mengingat pesan Ibundanya yang disampaikan kepada dirinya sebelum menjadi Wakil Ketua DPRD Pamekasan.

Baca juga: Kecelakaan Bus EKA Cepat Vs Motor Ojol di Bypass Mojokerto 1 Penumpang Wanita Sidoarjo Tewas

Seingat Syafiuddin, Ibunya berpesan, meski dirinya mengemban jabatan apa pun, jangan pernah meninggalkan pekerjaan yang dahulu bermula menjadi petani.

Menurut dia, pekerjaan petani merupakan pekerjaan yang mulia.

"Menjadi petani hingga berkeringat adalah mutiara hidup langkah kesuksesan saya. Berdzikir kebahagiaan di sawah sambil menikmati terik matahari dan hijaunya dedaunan adalah bukti kekuasaan dan keagungan Tuhan," kata Syafiuddin.

Mantan Aktivis PMII Pamekasan ini juga berpesan kepada generasi muda agar jangan pernah meremehkan petani, sebab hanya petani yang berani hidup dalam setiap kondisi apa pun.

Pengakuan Syafiuddin, sampai saat ini, meski dirinya menjadi Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Ibundanya tetap menjadi petani.

Ia berdoa', jika kelak ajal telah menjemput keluarganya, dirinya menginginkan berkumpul bersama di surga.

"Pesan ibu saya dulu, pegang amanah yang diberikan kepadamu. Biarlah Ibu hidup dan makan dari keringat Ibu sendiri. Tapi, jika engkau haus dan lapar, selagi Ibu masih hidup, bahkan jika Ibu mati, aku tetap Ibumu, dan Ibu akan bertanggung jawab atas tugas menjagamu. Selamat dunia akhirat," pungkasnya.

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved