Breaking News:

CEO Qasir Sebut 4 Hal Ini Perlu Diperhatikan untuk Go-Digital, Bisa Mengubah Pandemi Jadi Peluang

Go-digital disebut CEO Qasir Michael Williem bisa membuka pintu peluang usaha di tengah pandemi Covid-19. Perlu perhatikan 4 hal ini.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ilustrasi - Pelaku UKM saat melakukan aktivitas transaksi digital pencatatan penjualan dengan menggunakan Qasir. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - CEO Qasir Michael Williem menilai, di era kini, channel berdagang digital memang bisa membuka pintu peluang usaha bagi siapa pun.

Terlebih, kesadaran akan pentingnya go-digital juga sudah mulai marak dilakukan para pelaku UMKM, baik pemain lama ataupun pemain baru yang mencoba peruntungan berusaha di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Sejalan dengan kondisi itu, jumlah pengguna Qasir mengalami peningkatan hingga lima kali lipat selama periode awal pandemi hingga saat ini dengan transaksi tercatat yang sebelumnya hanya di sekitar Rp 200 miliar menjadi lebih dari Rp 1 triliun.

"Hingga kuartal pertama 2021, merchant Qasir didominasi oleh 76 persen usahawan di sektor kuliner, 16 persen pengusaha fashion dan sekitar 8 persen di bisnis salon dan kecantikan," ujar Michael, Rabu (26/5/2021).

Baca juga: Perkuat Sinergi Pertumbuhan Ekonomi Digital, Telkomsel Tambah Investasi 300 Juta Dolar AS di Gojek

Adapun lokasi terbanyak usahawan Qasir terbesar saat ini di area Jawa Barat 31 persen, Jawa Timur 26 persen, dan 21 persen masing-masing di area Jabodetabek dan Jawa Tengah.

Michael melanjutkan, pelaku UKM memang sejatinya perlu mawas diri terhadap makna go-digital pada kondisi seperti saat ini.

“Go-digital bukan cuma soal iklan di media sosial dan marketplace, tapi mencakup keseluruhan strategi bisnis. Apakah sudah ada rekanan kurir yang baik, apakah kemasannya tahan banting ke area jarak jauh, kualitas rasa dan bentuk apakah bisa dijamin. Go-digital juga membuat persaingan lebih berat karena semua orang bisa masuk. Berdasarkan riset yang kami lakukan, untuk bisa survive setidaknya empat strategi penting yang dilakukan,” jelas Michael.

Baca juga: Kenalan dengan e-Wallet Yukk, Aplikasi Keuangan Digital Baru di Surabaya, Cashless Lebih Mudah

Pertama, para usahawan harus kreatif membuat produk. Mulai dari menyajikan sesuatu yang baru dari produk yang sudah ada sebelumnya hingga benar-benar berinovasi dengan produk yang baru sepenuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved